BLK Gelar Pelatihan Khusus untuk Alumni Lapas Nusakambangan, Tingkatkan Kesempatan Kerja

0
lapas
Ilustrasi penahanan. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) mengadakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis di berbagai bidang bagi para alumni lembaga pemasyarakatan (lapas), khususnya mereka yang ditempatkan di Nusakambangan, sebagai bekal sebelum kembali ke masyarakat.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) yang didirikan oleh Imipas tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan pangan internal lapas, tetapi juga menjadi sarana pembinaan melalui kegiatan kerja, keterampilan, dan pelatihan di bidang agribisnis.

“Tadinya Nusakambangan ini hanya tempat penahanan, tapi kini juga dijadikan tempat pelatihan ketahanan pangan. Harapannya, ketika mereka (warga binaan) bebas, mereka punya modal untuk melanjutkan aktivitas berdasarkan kegiatan dan kemampuan yang mereka miliki,” ujar Agus dalam keterangan resminya dikutip, Jumat (7/11//2025).

Baca Juga :  Selena Gomez Balas Komentar Negatif Netizen Usai Pernyataan Tak Bisa Hamil

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa keberadaan BLK bagi warga binaan sejalan dengan Asta Cita kedua pemerintah, yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.

BLK tersebut juga mempercepat terwujudnya lapas yang mandiri, produktif, dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto, yang turut meninjau, mengatakan bahwa BLK yang merupakan hasil kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun swasta, sejalan dengan kebijakan reformasi birokrasi tematik. Tujuannya adalah membangun inovasi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, dan kegiatan ini diharapkan menjadi praktik baik bagi lapas-lapas lain.

Baca Juga :  Rudy Susmanto Dampingi Menteri Imipas Kunjungi Lapas Pondok Rajeg

“Sehingga ini berdampak langsung kepada ekosistem pembangunan nasional. Kolaborasi dan sinergi antar-kementerian, lembaga, pemerintah daerah menjadi yang utama. Tentunya saya mengapresiasi ini dan semoga kegiatan ini menjadi inspirasi di tempat lain,” ujar Purwadi dalam keterangan resmi dikutip Jumat (7/11/2025).

Menurut Purwadi, program pelatihan di BLK tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis warga binaan, tetapi juga membentuk karakter, etos kerja, dan kemandirian. Pembinaan ini membekali mereka dengan kemampuan dan rasa percaya diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik.

Baca Juga :  Komisi XIII DPR RI Tanggapi Positif Pemindahan Ammar Zoni, Bentuk Panja Selidiki Lapas

“Melalui BLK ini warga binaan memperoleh keterampilan hidup, masyarakat dan konsumen memperoleh nilai ekonomi, dan negara memperoleh tata kelola pembinaan yang lebih manusiawi dan berkelanjutan,” ujarnya.

Beberapa BLK yang ditinjau meliputi Pabrik FABA (mengolah abu batu bara menjadi paving block), BLK Pengolahan Pupuk, BLK Konveksi, Kolam Budidaya Sidat dan Penebaran Benih Sidat, BLK Tepung Nirbaya, BLK Lapas Kembang Kuning, BLK Udang Vaname Pasir Putih, BLK Pelintingan Rokok, BLK Ayam KUB dan Petelur, serta BLK Lapas Terbuka.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com