
NARASITODAY.COM, MEXICO CITY – Ribuan demonstran, didominasi oleh Generasi Z, membanjiri ibu kota Meksiko, Mexico City, pada Sabtu waktu setempat, menyuarakan ketidakpuasan mendalam terhadap penanganan kejahatan kekerasan oleh pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum Pardo.
Mengutip AFP, Senin (17/11/2025), para demonstran berkumpul di depan Istana Nasional, tempat Sheinbaum tinggal dan bekerja. Aksi yang awalnya damai ini berujung ricuh ketika beberapa pengunjuk rasa merobohkan penghalang logam dan melemparkan batu paving ke arah polisi anti huru hara. Polisi membalas dengan menggunakan gas air mata.
“Selama berjam-jam, mobilisasi ini berlangsung dan berkembang secara damai, hingga sekelompok orang berkerudung mulai melakukan tindakan kekerasan,” ujar Pablo Vazquez, kepala keamanan Mexico City, menjelaskan perkembangan situasi.
Bendera One Piece, Simbol Perlawanan
Di tengah seruan protes, sebuah simbol tak terduga turut berkibar: Bendera Bajak Laut ikonik dari manga Jepang, One Piece. Bendera tengkorak dengan topi jerami itu telah diadopsi sebagai simbol protes kaum muda di berbagai belahan dunia. Spanduk bergambar bendera bajak laut tersebut terlihat di samping spanduk bertuliskan “Kita semua adalah Carlos Manzo.”
Carlos Manzo, seorang wali kota di Michoacan yang dibunuh pada 1 November karena perjuangannya melawan kartel narkoba, menjadi focal point amarah publik. Para pengunjuk rasa bahkan meneriakkan kepada pasukan keamanan, “Seharusnya kalian melindungi Carlos Manzo seperti ini!” yang kemudian direspons oleh polisi dengan alat pemadam api dan gas air mata.
Aksi tersebut menunjukkan meningkatnya kritik terhadap kebijakan keamanan Sheinbaum, meskipun ia mempertahankan tingkat penerimaan di atas 70% pada tahun pertamanya menjabat sejak Oktober 2024.
“Ini adalah salah satu pemerintahan paling korup yang pernah kita miliki,” kata seorang mahasiswa, Valentina Ramirez. “Ini adalah pemerintahan narkotika yang korup yang ingin membela para koruptor dan kartel, alih-alih rakyat.”
Korban Luka dan Tuduhan “Gerakan Anorganik”
Kerusuhan tersebut dilaporkan melukai 20 pengunjuk rasa dan 100 polisi, di mana 40 petugas harus dirawat di rumah sakit karena luka dan memar. Polisi telah menangkap 20 orang atas tuduhan pencurian dan penyerangan, dan juga meluncurkan penyelidikan atas penyerbuan terhadap seorang jurnalis dari surat kabar La Jornada.
Sheinbaum, awal pekan lalu, mempertanyakan motivasi di balik demonstrasi tersebut, menyebutnya sebagai protes yang “anorganik” dan “dibiayai.”
“Ini adalah gerakan yang dipromosikan dari luar negeri untuk melawan pemerintah,” tukasnya dalam konferensi pers rutin. Tuduhan ini menambah ketegangan politik yang melatarbelakangi demonstrasi besar yang jarang terjadi ini.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













