Kenya Jadi Contoh, Polisi Bisa Dorong Kebijakan Toilet untuk Pengemudi Aman

0
toilet
Ilustrasi dereta bus putih. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, KAIRO – Jalanan di Afrika sub-Sahara dikenal sebagai salah satu yang paling mematikan di dunia. Dengan angka kematian akibat kecelakaan jalan mencapai 27 orang per 100.000 penduduk tiga kali lipat rata-rata Eropa fokus selama ini tertuju pada infrastruktur jalan yang buruk dan perilaku mengemudi. Namun, sebuah penelitian terbaru menyoroti faktor risiko yang sering terabaikan: ketersediaan toilet yang layak bagi pengemudi.

Meskipun benua Afrika hanya menyumbang kurang dari 4% total kendaraan global, wilayah ini menanggung sekitar seperempat dari total korban jiwa kecelakaan jalan dunia. Data menunjukkan kerugian yang ditimbulkan kecelakaan ini mencapai sekitar 2% dari PDB tahunan negara-negara Uni Afrika.

Baca Juga :  Dari Manchester ke Napoli, McTominay Bawa Cinta dan Trofi Serie A

Di tengah upaya perbaikan infrastruktur, para peneliti kini mendesak perhatian pada kebutuhan dasar pengemudi. Kurangnya fasilitas sanitasi yang memadai di sepanjang rute perjalanan memaksa pengemudi menahan buang air, sebuah kondisi yang, menurut ilmuwan, sama berbahayanya dengan menyetir dalam keadaan mabuk atau kelelahan.

“Saya berargumen bahwa meningkatkan akses wajar dan dapat diandalkan bagi pengemudi ke toilet dapat memberikan manfaat keselamatan jalan yang setara dengan penegakan hukum terhadap mengemudi dalam keadaan mabuk atau lelah,” ujar Festival Godwin Boateng, peneliti senior di Universitas Oxford, dalam tulisannya di The Conversation.

Penelitian menunjukkan bahwa dorongan kuat untuk segera mencari toilet dapat menurunkan fokus, memperlambat reaksi, dan memengaruhi penilaian pengemudi dalam situasi berbahaya.

Baca Juga :  5 Mikroorganisme Menyebar di Toilet yang Wajib Kamu Tahu dan Langkah Sederhana untuk Mencegahnya

Beberapa studi bahkan menyamakan gangguan kognitif yang timbul akibat menahan buang air setara dengan tetap terjaga selama 24 jam atau mengemudi dengan kadar alkohol darah 0,05%.

Masalah ini diperparah oleh apa yang disebut “kemiskinan toilet” di Afrika. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sekitar 779 juta orang di benua ini tidak memiliki akses wajar dan terpercaya ke toilet yang aman dan bersih.

Boateng menekankan bahwa akses toilet yang memadai seharusnya diintegrasikan sebagai bagian fundamental dari strategi keselamatan jalan.

  • Pembangunan Fasilitas: Solusi praktis termasuk membangun lebih banyak toilet umum di jalan raya dan pusat kota, serta mendorong inisiatif swasta. Contohnya, di Ghana, pengembang mulai membangun rest area dengan fasilitas toilet berbayar yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, tetapi juga mendukung keselamatan.
  • Aksi Hukum: Kasus di Kenya pada tahun 2020, di mana seorang pengacara berhasil memaksa pihak berwenang menyediakan toilet bagi pelancong, menunjukkan bahwa kebijakan yang tepat dapat mengatasi masalah ini.
Baca Juga :  Microsleep Sopir Jadi Penyebab Mobil Naik Trotoar dan Tabrak Pohon di Bogor

Dengan semakin banyaknya pengemudi perkotaan yang bergantung pada toilet di SPBU, hotel, atau pusat perbelanjaan, para ahli menyerukan perlunya penelitian lebih lanjut tentang kebersihan, biaya, keamanan, dan lokasi fasilitas ini untuk mendorong kebijakan mobilitas yang lebih humanis dan aman.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com