NARASITODAY.COM, BOGOR- Ratusan kepala desa dari 416 desa se-Kabupaten Bogor berkumpul dalam Jambore Kepala Desa 2025 di Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jumat, 5 Desember 2025.
Jambore kepala desa yang digelar selama dua hari ini menjadi ruang konsolidasi, refleksi, sekaligus penguatan pembangunan desa menjelang akhir tahun.
Jambore kepala desa ketiga kali ini mengangkat tema terkait penguatan ekonomi dan sumberdaya masyarakat desa melalui program Koperasi Merah Putih, Makn Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan.
Jambore kepala desa dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Yandri Susanto, Bupati Bogor Rudy Susmanto, pimpinan DPRD, Forkopimda, hingga jajaran pemerintahan desa.
Mendes PDTT Yandri Susanto mengapresiasi kekompakan desa-desa di Kabupaten Bogor yang sudah mengelar jambore.
Menurutnya, pola kerja dan solidaritas yang terlihat dalam jambore ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
”Ini sangat bagus, saya apresiasi setinggi-tingginya. Bupatinya perhatian, DPRD kompak, kepala desanya juga semangat. Pola seperti ini bisa jadi model untuk menyatukan gerak dan semangat dalam mengawal program kerja nasional,” kata Yandri Susanto.
Ia juga menyinggung soal aspirasi ribuan desa di Indonesia terkait hak-hak dasar aparatur desa.
Yandri Susanto memastikan pemerintah pusat telah merespons hal tersebut melalui surat keputusan tiga menteri.
”Insyaallah hak-hak dasar seperti untuk guru ngaji, PKK, PAUD, posyandu, itu tidak akan hilang. Aspirasi sudah kami tampung dan dijawab. Jadi tidak perlu ada aksi lagi,” ungkpanya.
Ia menilai jambore kepala desa ini menjadi ruang penting untuk berdiskusi, menyamakan persepsi, sekaligus memunculkan solusi untuk percepatan pembangunan desa.
Terpisah, Sekretaris Panitia Jambore 2025, Jani Nurjaman, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah jambore ketiga yang diadakan Asosiasi Pemerintahan Desa Kabupaten Bogor.
“Jambore tahun ini dipusatkan di Bogor Barat. Ini jadi sarana silaturahmi kepala desa se-Kabupaten Bogor, sekaligus ruang evaluasi program setahun ke belakang,” jelasnya.
Menurut Jani, kehadiran Mendes, Bupati, dan unsur Forkopimda memberikan suntikan semangat baru bagi para kepala desa untuk terus meningkatkan kinerja.
Selain pembukaan, panitia juga menggelar bakti sosial dengan menyantuni 200 anak yatim, diskusi bersama Forkopimda, serta sesi dialog strategis mengenai pembangunan desa dan program Nasional.
”Kepala desa dituntut mendukung program strategis nasional. Lewat dialog malam ini, kami berharap mendapatkan arahan, bimbingan, dan masukan yang dibutuhkan,” terang Jani.
Jani mengungkapkan, anggaran jambore berasal dari hasil patungan para kepala desa
”Sederhana saja, tapi cukup untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ujarnya.
Jambore tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum berbagi pengalaman antar kepala desa, saling menguatkan, dan membangun komitmen bersama.
Ia menambahkan, jambore kepala desa 2026 direncanakan digelar di kawasan Bogor Timur sebagai tuan rumah berikutnya
”Tujuan kita sama, ingin maju bareng, membangun Kabupaten Bogor biar lebih baik lagi,” pungkasnya.
Editor : Andreas














