Trump Umumkan Serangan Terbaru ke Iran, Hancurkan Jembatan B1 di Karaj

0
Iran
Ilustrasi Jembatan B1. jempabatan tertinggi ditimur tengah.Foto : jawapos.com

NARASITODAY.COM,KARAJ – Langit di atas kota Karaj, Iran, berubah menjadi abu jelaga pada Kamis (2/4/2026). Jembatan B1, mahakarya infrastruktur setinggi 136 meter yang menyandang predikat sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah, kini tinggal puing-puing setelah dihantam serangan udara Amerika Serikat.

Asap tebal yang mengepul dari sisa-sisa beton jembatan tersebut bukan sekadar tanda hancurnya fisik bangunan, melainkan simbol kian panasnya bara perang yang telah berkecamuk sejak akhir Februari lalu.

Peringatan Keras dari Truth Social

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjadi orang pertama yang mengonfirmasi serangan tersebut melalui akun media sosialnya. Dengan nada yang tak kenal kompromi, Trump mengunggah rekaman kehancuran jembatan tersebut sembari melayangkan ultimatum kepada Teheran.

Baca Juga :  GT World Challenge Asia 2025 di Mandalika Jadi Ajang Promosi Pariwisata dan Investasi NTB

Jembatan terbesar di Iran runtuh, tak akan pernah digunakan lagi. Masih banyak lagi yang akan menyusul! Sudah saatnya Iran membuat kesepakatan sebelum terlambat, dan tidak akan ada lagi yang tersisa,” tulis Trump di akun Truth Social-nya, sebagaimana dilansir AFP.

Trump tampaknya sedang menjalankan strategi tekanan maksimal. Dalam sebuah pidato terpisah, ia bahkan sesumbar bahwa koalisi AS-Israel akan segera mengakhiri perlawanan Iran dengan cara yang ekstrem.

“Dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada,” ujar Trump dengan tegas.

Tragedi di Balik Debu Reruntuhan

Serangan terhadap Jembatan B1 dilaporkan terjadi dalam dua gelombang yang mematikan. Gelombang pertama diluncurkan oleh pasukan Israel yang mengakibatkan kerusakan awal dan dua korban jiwa. Namun, tragedi sesungguhnya terjadi beberapa menit kemudian.

Baca Juga :  Penembak Dekat Gedung Putih Ditangkap Setelah Luka Parah dalam Aksi Tembak-menembak

Saat tim darurat dan relawan tengah berjibaku menolong korban di lokasi, serangan udara susulan dari pihak AS menghantam struktur jembatan hingga runtuh sepenuhnya. Berdasarkan laporan televisi pemerintah Iran dan kantor berita Fars, total korban jiwa akibat serangan ganda ini mencapai 8 orang tewas dan 95 orang lainnya luka-luka.

Perlawanan Diplomasi Teheran

Menteri Luar Negeri Iran, Abas Araghci, merespons serangan tersebut dengan nada geram melalui platform X. Ia menilai penghancuran infrastruktur sipil adalah bentuk keputusasaan militer musuh yang gagal mematahkan semangat rakyat Iran.

Baca Juga :  Trump dan Menlu Rubio Umumkan Ikhwanul Muslimin Masuk Daftar Teroris Global

“Menyerang bangunan sipil, termasuk jembatan yang belum selesai, tidak akan memaksa rakyat Iran untuk menyerah. Itu hanya menunjukkan kekalahan dan keruntuhan moral musuh yang sedang kacau,” tegas Araghci dalam unggahannya.

Sejak pecah pada 28 Februari 2026, konflik segitiga antara AS-Israel dan Iran telah merenggut ribuan nyawa. Hancurnya Jembatan B1 menjadi pengingat pahit bahwa di tengah adu kekuatan senjata dan diplomasi tingkat tinggi, warga sipil dan infrastruktur strategis tetap menjadi pihak yang paling menderita.

Kini, dunia menanti apakah “ancaman zaman batu” dari Trump akan menjadi kenyataan, ataukah masih ada celah sempit bagi meja perundingan sebelum Iran benar-benar kehilangan sisa infrastrukturnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com