NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Upaya untuk mengakhiri konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia Kedua, Perang Ukraina, diklaim telah mencapai fase krusial.
Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump untuk Ukraina, Keith Kellogg, menyatakan bahwa kesepakatan damai sudah sangat dekat, namun penyelesaiannya kini bergantung pada dua isu utama yang masih menggantung: masa depan wilayah Donbas dan nasib Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.
Dalam sebuah sentuhan metafora yang sarat harapan, Kellogg, yang dijadwalkan mengundurkan diri pada Januari, menyampaikan kepada Forum Pertahanan Nasional Reagan bahwa negosiasi untuk menyelesaikan konflik berada di “10 meter terakhir.” Jarak ini, menurutnya, selalu menjadi bagian yang paling sulit untuk dilalui.
Perang Ukraina, yang dipicu oleh invasi Rusia pada Februari 2022 menyusul delapan tahun pertempuran di Donbas (wilayah Donetsk dan Luhansk), telah memicu konfrontasi terbesar antara Rusia dan Barat sejak era Perang Dingin.
Menurut Kellogg, seorang pensiunan letnan jenderal yang pernah bertugas di Vietnam, Panama, dan Irak, dua isu utama yang belum terselesaikan adalah:
- Masa Depan Donbas: Status dan masa depan wilayah timur Ukraina ini, yang telah menjadi pusat konflik sejak 2014 dan kini sebagian besar dikuasai Rusia.
- PLTN Zaporizhzhia: Nasib pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa yang kini berada di bawah kendali Rusia.
“Jika kedua isu tersebut dapat diselesaikan, saya pikir hal-hal lainnya akan berjalan cukup baik,” kata Kellogg pada hari Sabtu di Perpustakaan dan Museum Kepresidenan Ronald Reagan di Simi Valley, California. “Kita hampir sampai.”
“Kita benar-benar sangat dekat,” tegas Kellogg.
Di balik optimisme terhadap penyelesaian konflik, Kellogg menyoroti skala kematian dan cedera yang diakibatkan oleh perang ini sebagai sesuatu yang “mengerikan” dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam konteks perang regional.
Kellogg memperkirakan bahwa secara keseluruhan, Rusia dan Ukraina telah menderita lebih dari 2 juta korban jiwa, termasuk korban tewas dan luka-luka, sejak perang dimulai. Angka ini mencerminkan dampak kemanusiaan yang sangat besar, meskipun baik Moskow maupun Kyiv belum merilis perkiraan kerugian yang kredibel, dan kedua belah pihak saling menuduh melebih-lebihkan kerugian lawan.
Saat ini, Rusia menguasai sekitar 19,2% wilayah Ukraina, termasuk Krimea (yang dianeksasi pada 2014) dan sebagian besar wilayah Donbas, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Bulan lalu, muncul bocoran 28 rancangan proposal perdamaian AS yang memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Ukraina dan Eropa. Proposal tersebut, yang kini diklaim Kremlin berisi 27 poin, dilaporkan tunduk pada tuntutan utama Moskow, termasuk kendali Rusia atas seperlima wilayah Ukraina dan pembatasan militer Ukraina.
Berdasarkan proposal awal yang beredar, PLTN Zaporizhzhia, yang reaktornya saat ini dalam penghentian operasi dingin (cold shutdown), akan diluncurkan kembali di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Listrik yang dihasilkan direncanakan akan didistribusikan secara merata antara Rusia dan Ukraina.
Sementara upaya diplomatik terus berjalan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Sabtu mengumumkan bahwa ia telah melakukan panggilan telepon yang panjang dan “substantif” dengan utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner. Kremlin sendiri pada hari Jumat mengindikasikan bahwa mereka memperkirakan Kushner akan memegang peran utama dalam menyusun kemungkinan kesepakatan damai.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













