Inspirasi dari Ratu Thailand yang Jadi Atlet dan Sabet Medali Emas di Ajang Prestisius

0
Thailand
Ratu Thailand Suthida Tidjai ikut SEA Games. Foto : Instagram lovequeen_suthida

NARASITODAY.COM, PATTAYA – Perairan lepas pantai Pattaya menjadi saksi sejarah baru bagi Kerajaan Thailand. Ratu Suthida berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menyumbangkan medali emas di cabang olahraga layar pada SEA Games 2025.

Kemenangan ini tidak hanya menambah pundi-pundi medali tuan rumah, tetapi juga menghidupkan kembali memori kejayaan olahraga keluarga kerajaan di ajang yang sama puluhan tahun silam.

Ratu Suthida (47) berkompetisi di kategori mixed keelboat SSL47. Di atas kapal layar sepanjang 14 meter, sang Ratu tidak sekadar menjadi pelengkap tim. Ia memegang peran krusial sebagai taktis sekaligus juru mudi (helmswoman), memimpin sembilan kru lainnya membelah ombak demi mengungguli rival terberat dari Malaysia dan Myanmar.

Baca Juga :  Garuda Muda Gagah! Indonesia Tundukkan Thailand dan Melaju ke Final Piala AFF U-23

Momen haru dijadwalkan terjadi pada Kamis (18/12/2025), saat sang suami, Raja Maha Vajiralongkorn (73), akan menyerahkan langsung medali emas tersebut kepada istrinya.

Kemenangan Ratu Suthida membawa sentimen mendalam bagi rakyat Thailand. Prestasi ini seolah menarik garis waktu kembali ke tahun 1967, saat mendiang Raja Bhumibol Adulyadej ayah dari Raja Vajiralongkorn memenangkan medali emas di cabang layar dalam ajang yang sama. Kala itu, Raja Bhumibol berkompetisi menggunakan kapal yang ia bangun sendiri bersama putri sulungnya, Putri Ubolratana Rajakanya.

Kini, lebih dari setengah abad kemudian, tradisi tersebut diteruskan oleh Ratu Suthida yang memang dikenal sebagai sosok atletis dan kompetitif. Sebelum masuk ke lingkungan militer dan kerajaan, ia adalah lulusan ilmu komunikasi yang sempat berkarier sebagai pramugari di maskapai Thai Airways.

Baca Juga :  Meski Terpuruk Karena Cedera, Carolina Marin Tetap Fokus pada Impian Emasnya di Olimpiade

Gairah olahraga Ratu Suthida melampaui batas perairan. Awal bulan ini, ia menunjukkan ketangguhan fisiknya dengan mengikuti ajang half marathon di Bangkok bersama legenda lari Kenya, Eliud Kipchoge. Dalam ajang tersebut, ia mencatatkan waktu 2 jam 13 menit 40 detik sebuah torehan impresif bagi seorang bangsawan dengan kesibukan protokoler yang padat.

Semangat sang Ratu tampak telah membakar motivasi kontingen Thailand sejak awal. Ia adalah sosok yang memimpin delegasi negaranya dalam upacara pembukaan pada 9 Desember lalu. Hingga menjelang penutupan kompetisi pada Sabtu mendatang, Thailand masih kokoh memimpin perolehan medali, diikuti oleh Indonesia dan Vietnam.

Baca Juga :  Mentalitas "Kalah Tapi Menang" Jadi Senjata Utama Garuda di Final SEA Games Futsal

Di balik kemeriahan pesta olahraga ini, ketegangan politik masih menyisakan celah. Meskipun semula direncanakan diikuti oleh 11 negara, Kamboja memutuskan mundur dari ajang ini. Keputusan tersebut diambil karena alasan keamanan menyusul konflik perbatasan dengan Thailand yang kembali memanas tepat sebelum upacara pembukaan dimulai.

Namun, di perairan Pattaya, fokus dunia tertuju pada satu nama. Melalui kemudi di tangannya, Ratu Suthida telah membuktikan bahwa mahkota kerajaan dan medali emas olahraga dapat bersanding indah dalam semangat sportivitas Asia Tenggara.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com