Geger! Mobil Polisi Diserang Tiba-tiba, 5 Personel Tewas dalam Serangan Menggetarkan

0
mobil
Serangan bom dan tembakan menewaskan lima polisi di distrik Karak, Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, menandai meningkatnya kembali ancaman keamanan di wilayah barat laut negara tersebut.Foto : REUTERS/Naseer Ahmed

NARASITODAY.COM, KARAK – Debu dan keheningan di distrik Karak, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, pecah seketika oleh dentuman keras dan rentetan tembakan pada Selasa (23/12/2025). Sebuah mobil van kepolisian yang sedang berpatroli rutin berubah menjadi sasaran maut dalam sebuah serangan terencana yang menambah kelam potret keamanan di barat laut Pakistan.

Insiden berdarah ini menewaskan lima personel kepolisian di lokasi kejadian. Penyergapan tersebut dilakukan dengan pola yang sangat mematikan: kendaraan aparat terlebih dahulu dihantam bom rakitan, disusul hujan peluru yang dilepaskan oleh kelompok bersenjata yang bersembunyi di sekitar jalur tersebut.

Baca Juga :  Persiapkan Diri dengan Baik: 5 Pantangan Sebelum Lari Maraton yang Harus Diketahui!

Serangan di Karak mengejutkan banyak pihak. Berbeda dengan distrik-distrik lain di Khyber Pakhtunkhwa yang selama ini menjadi sarang ekstremis, Karak relatif dikenal sebagai wilayah yang jarang terdampak aksi militan.

Empat polisi dan satu pengemudi van tidak memiliki kesempatan untuk membela diri saat serangan mendadak itu terjadi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab, namun pola serangan ini identik dengan aksi kelompok militan yang kembali bangkit di wilayah perbatasan.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, memberikan penghormatan terakhir bagi para martir yang gugur dalam tugas tersebut. Ia menegaskan bahwa ancaman terorisme tidak akan menyurutkan langkah pemerintah.

Baca Juga :  Tekanan Internasional Meningkat, Israel Terancam Kucilkan Diri di Dunia Arab

Polisi selalu memainkan peran garis depan dalam perang melawan terorisme,” kata Sharif, sebagaimana dilansir dari Reuters.

Tragedi di Karak ini terjadi bukan di ruang hampa. Serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi kekerasan yang meningkat tajam sejak runtuhnya gencatan senjata pasca bentrokan perbatasan terburuk antara Pakistan dan Afghanistan pada Oktober lalu.

Islamabad kini berada dalam posisi diplomatik yang sulit dengan pemerintahan Taliban di Kabul. Para pejabat Pakistan menuding bahwa kelompok bersenjata menggunakan wilayah Afghanistan sebagai “surga aman” untuk merencanakan serangan lintas batas.

Baca Juga :  Insiden Penembakan di Montreal Guncang Wilayah Côte-des-Neiges, Dua Tewas Termasuk Polisi Senior

Namun, tuduhan tersebut terus dimentahkan oleh pemerintah di Kabul. Mereka bersikeras bahwa lonjakan kekerasan di Khyber Pakhtunkhwa adalah murni masalah internal Pakistan dan bukan berasal dari wilayah mereka. Di tengah saling tuding antarnegara tetangga ini, aparat di garis depan seperti para polisi di Karak terus menjadi sasaran empuk dalam konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com