NARASITODAY.COM, NEW YORK – Harapan jutaan pelancong untuk merayakan libur akhir tahun dengan tenang seketika membeku. Badai musim dingin “Devin” menyapu wilayah Amerika Serikat pada Jumat (26/12/2025), memaksa maskapai penerbangan membatalkan ribuan perjalanan dan mengubah bandara-bandara sibuk menjadi lautan antrean yang tak pasti.
Berdasarkan data dari situs pelacak FlightAware hingga pukul 16.04 ET, sebanyak 1.802 penerbangan dibatalkan dan 22.349 lainnya mengalami penundaan. Angka ini diperkirakan terus membengkak seiring dengan pergerakan badai ke arah Timur Laut.
Layanan Cuaca Nasional (NWS) telah mengeluarkan peringatan serius mengenai kondisi berbahaya yang membentang dari Great Lakes hingga New England selatan. Salju setebal 4 hingga 8 inci diprediksi akan menyelimuti New York malam ini, mengubah lanskap kota menjadi wilayah putih yang sulit ditembus.
“Untuk daerah yang lebih jauh ke utara dari bagian utara New York hingga wilayah Tri-State, termasuk Kota New York dan Long Island, diperkirakan akan turun salju setebal 4-8 inci pada Jumat malam,” tulis Pusat Prediksi Badai NWS dalam keterangan resminya.
Tiga gerbang utama udara New York Bandara JFK, Newark Liberty, dan LaGuardia menjadi wilayah terdampak paling parah. Melalui media sosial X, otoritas bandara terus memberikan peringatan dini bagi para pelancong yang terjebak di terminal.
JetBlue Airways mencatatkan rekor pembatalan tertinggi dengan 225 penerbangan, diikuti oleh Delta Air Lines dan American Airlines. Sebagai bentuk kompensasi atas kekacauan ini, sejumlah maskapai besar setuju untuk menghapuskan biaya perubahan jadwal.
“Karena badai musim dingin Devin, JetBlue telah membatalkan sekitar 350 penerbangan hari ini dan besok, terutama di wilayah Timur Laut tempat JetBlue memiliki operasi yang besar,” ungkap juru bicara JetBlue kepada Reuters.
Di darat, situasinya tidak kalah mencekam. Gubernur New York, Kathy Hochul, dan otoritas New Jersey telah menyatakan Status Keadaan Darurat mulai Jumat sore. Pembatasan kendaraan komersial pun diberlakukan di jalan-jalan raya antar negara bagian di Pennsylvania dan New Jersey untuk mencegah kecelakaan fatal.
“Karena diperkirakan akan terjadi hujan salju yang meluas di Kota New York dan sekitarnya malam ini, saya akan menyatakan keadaan darurat untuk memastikan bahwa lembaga dan mitra lokal kami memiliki sumber daya dan alat yang mereka butuhkan untuk menanggapi badai,” tegas Gubernur Kathy Hochul.
Senada dengan Hochul, Penjabat Gubernur New Jersey, Tahesha Way, mengimbau warga untuk tetap tinggal di rumah demi keselamatan dan memberikan ruang bagi petugas pembersih salju bekerja.
“Badai ini akan menyebabkan kondisi jalan yang berbahaya dan berdampak pada perjalanan liburan. Kami mendesak para pelancong untuk menghindari perjalanan selama badai dan memberi kesempatan kepada petugas untuk memperbaiki jalan,” pungkas Tahesha Way.
Hingga berita ini diturunkan, jutaan warga AS di wilayah Timur Laut masih bersiaga menghadapi puncak badai yang diprediksi akan berlangsung hingga Sabtu pagi.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













