Puncak Arus Balik Libur Nataru Resmi Bergeser ke 4 Januari, Fleksibilitas Kerja Pengaruhi Kemacetan

0
Nataru
Ilustrasi kerumunan orang didalan kereta api. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BEKASI – Gemuruh mesin kendaraan dan kepadatan jalur arteri diperkirakan akan mencapai puncaknya lebih lambat dari rencana semula. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memprediksi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan bergeser ke tanggal 4 Januari 2026.

Pergeseran ini merupakan imbas dari kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang memberikan fleksibilitas bagi para pekerja untuk tidak terburu-buru kembali ke ibu kota.

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, mengungkapkan bahwa awalnya skenario puncak arus balik diprediksi terjadi pada 2 Januari. Namun, kehadiran kebijakan WFA mengubah dinamika pergerakan jutaan orang di jalan raya.

Baca Juga :  Amira Kim, Penyanyi Cilik Asal Bekasi yang Kenalkan Cinta Nusantara Lewat Musik

“Ketika ada kebijakan pemerintah tentang WFA, ini ada pergeseran, ada pergeseran arus balik yang kita rencanakan tanggal 2 (Januari), kemungkinan bisa ke tanggal 4 (Januari),” ujar Irjen Pol Agus saat memantau situasi di Command Center Km 29, Cikarang Utara, Bekasi, Jumat (26/12/2025).

Bukan perkara mudah mengelola kepulangan massa dalam jumlah besar. Korlantas memproyeksikan sekitar 2,8 juta orang akan bergerak serentak menuju Jakarta. Angka yang fantastis ini menuntut kesigapan personel di lapangan.

Untuk mengantisipasi “ledakan” volume kendaraan tersebut, Polri akan melakukan penebalan personel di titik-titik krusial. Fokus pengamanan meliputi arah Jawa Timur, Bandung, hingga penyeberangan dari arah Sumatra.

Baca Juga :  Mengenal 7 Metode Alami dan Cepat Turunkan Kolesterol Menggunakan Bawang Putih

“Maka dari itu, ada kebijakan-kebijakan penebalan personel pada saat nanti arus balik. Jadi harus kita persiapkan betul. Tanggal 2 nanti akan kita lihat, tanggal 4 kita harus antisipasi karena proyeksi daripada arus balik ini kan 2,8 juta,” tegas Agus.

Salah satu tantangan terbesar yang menjadi perhatian Irjen Pol Agus adalah pertemuan arus di beberapa simpang susun dan penyempitan lajur. Ia menekankan pentingnya pengelolaan di titik-titik pertemuan (crossing) agar tidak terjadi kemacetan total.

Baca Juga :  Kebakaran Landa Tempat Usaha Barang Bekas di Citeureup, Diduga Akibat Konsleting Listrik

“Kalau arus balik kan dari lajur 2 ketemu lajur 4, jadi kan berkurang. Tetapi kan bagaimana yang dari Jawa Barat crossing-nya nanti akan kita lihat di kilometer 66 nanti akan crossing, nanti akan kita kelola,” tambahnya menjelaskan teknis di lapangan.

Meskipun berharap beban lalu lintas dapat terurai secara alami antara tanggal 2 hingga 4 Januari, Korlantas memastikan skenario rekayasa lalu lintas telah matang dan siap diterapkan demi menjamin keamanan serta kenyamanan para pengendara yang kembali ke Jakarta.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com