Ancaman Gempa di Bandung Semakin Menguat! Gunung Batu di Lembang Tunjukkan Tanda-tanda Kritis

0
Gunung Batu
BMKG ingatkan aktivitas di Sesar Lembang meningkat, Selasa (19/8/2025). Foto : dok. BMKG

NARASITODAY.COM, BANDUNG – Di balik kemegahan tebing-tebing terjal Gunung Batu di Lembang, tersimpan kekuatan geologi yang terus menggeliat. Jalur yang membentang sepanjang 29 kilometer dari Padalarang hingga Cimenyan ini bukan sekadar garis imajiner di peta, melainkan “raksasa tidur” bernama Sesar Lembang yang kian menunjukkan eksistensinya.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus mengamati pergerakan sesar aktif ini, terutama di titik kritis kilometer 17, yakni Gunung Batu. Munculnya kabar mengenai bertambah tingginya kawasan tersebut dikonfirmasi sebagai bagian dari siklus gempa bumi.

Periset bidang Geologi Gempa Bumi BRIN, Mudrik R. Daryono, menjelaskan bahwa perubahan fisik permukaan tanah adalah konsekuensi langsung dari aktivitas tektonik.

Gunung Batu bisa naik hingga 40 Cm dalam sekali kejadian gempa. Dan naik atau gesernya ini akan menghasilkan gempa bumi,” ungkap Mudrik dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (28/12/2025).

Baca Juga :  Jangan Klaim Pecinta Petualangan Jika Belum Coba! Ini 5 Wisata Offroad Paling Menantang di Dunia

Munculnya getaran-getaran kecil di segmen Cimeta dan Sesar Kertasari akhir-akhir ini memicu diskusi hangat di kalangan ahli. Mudrik memaparkan dua kemungkinan: gempa kecil tersebut hanyalah pelepasan energi biasa, atau justru menjadi pembuka bagi guncangan yang jauh lebih besar.

Hingga kini, sains belum mampu menebak arah skenario tersebut dengan presisi. “Hingga saat ini, ilmu kebumian belum mampu memprediksi dengan pasti skenario mana yang akan terjadi. Karena itulah, sikap paling bijak yang bisa dilakukan adalah tetap waspada dan menyiapkan langkah mitigasi sejak dini,” tambah Mudrik.

Baca Juga :  Gempa Magnitudo 6,3 Guncang Wilayah Utara Afghanistan, Warga Terbangun dalam Kepanikan

Peringatan keras juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman, meminta jutaan warga di kawasan Bandung Raya tidak mengabaikan data ilmiah yang ada. Ia menyebutkan bahwa sesar ini terus bergeser secara konsisten setiap tahunnya.

“Bapak ibu semuanya. Tolong informasikan ke keluarganya, informasikan ke lingkungannya masing-masing. Jawa Barat punya potensi bencana sesar lembang. Kami sudah beberapa kali bertemu dengan BMKG dan BRIN. Setiap tahun Sesar Lembang bergeser 4 milimeter. Mudah-mudahan tidak ada bencana gempa bumi akibat pergeseran Sesar Lembang. Tapi secara scientific dimungkinkan,” beber Herman.

Bahaya yang mengintai tidak main-main. Jika energi Sesar Lembang terlepas secara maksimal, getarannya diprediksi mencapai Magnitudo 6 hingga 7, yang mencakup tujuh wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat.

Baca Juga :  Gempa M 7,1 Guncang Venezuela, Warga Caracas Berhamburan dan Peringatan Tsunami Diterbitkan

“Dan yang akan terdampak itu Bandung Raya. Tidak kurang dari 7 kabupaten Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang. Kalau itu terjadi maka potensi bencananya, potensi gempanya 6-7 Magnitud. Mudah-mudahan tidak terjadi tapi secara scientific dimungkinkan terjadi. Dan kita semuanya harus waspada,” tegasnya.

Saat ini, kolaborasi antara BRIN, BMKG, dan pemerintah daerah difokuskan pada edukasi publik. Tujuannya bukan untuk menyebar ketakutan, melainkan membangun ketangguhan masyarakat Jabar dalam menghadapi realita hidup di atas jalur sesar aktif.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com