Kasus Stroke di Usia Muda Jadi Perhatian, Gen Z Diminta Lebih Waspada

0
Foto ilustrasi: Getty Images/bymuratdeniz

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Stroke tidak lagi identik dengan usia lanjut. Belakangan, kasus stroke pada usia muda semakin mendapat sorotan, termasuk pada kelompok Gen Z. Salah satunya dialami seorang perempuan berusia 22 tahun yang nyaris kehilangan nyawa akibat stroke hemoragik yang dipicu kelainan pembuluh darah di otak.

Perempuan tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi koma berat. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perdarahan hebat di otak akibat pecahnya malformasi arteriovenosa (AVM), yakni kelainan bawaan pada pembuluh darah. Kondisinya dinilai sangat kritis dan membutuhkan penanganan darurat.

Baca Juga :  Masih Banyak yang Keliru, Memanaskan Nasi Sisa Tak Selalu Aman Meski Tak Bau

Tim medis segera melakukan operasi mikrosurgi untuk mengangkat gumpalan darah sekaligus menghentikan sumber perdarahan. Meski proses operasi berlangsung penuh risiko, tindakan tersebut berhasil menyelamatkan nyawa pasien.

Setelah menjalani perawatan intensif, kondisi pasien perlahan membaik. Ia kemudian memasuki tahap rehabilitasi untuk memulihkan fungsi tubuh dan kemampuan kognitif. Dalam waktu sekitar satu bulan, kesadarannya meningkat dan kondisinya dinyatakan lebih stabil.

Baca Juga :  Mengapa Warga Indonesia Berbondong-Bondong Berobat ke Luar Negeri? Ini Alasannya!

Dokter menjelaskan, stroke hemoragik pada usia muda berpotensi menyebabkan dampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan cepat. Tanpa pertolongan segera, kondisi ini bisa berujung pada kelumpuhan permanen hingga kematian.

Data medis menunjukkan, angka kejadian stroke pada kelompok usia 15–39 tahun terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Faktor gaya hidup, seperti pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, stres, hingga penyakit penyerta, disebut turut berperan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Dukung Ketahanan Pangan di Puncak Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-189

Karena itu, para ahli mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Menjaga asupan makanan, rutin berolahraga, cukup tidur, serta mengelola stres dinilai menjadi langkah sederhana namun krusial untuk menurunkan risiko stroke di usia muda. (MG3) 

 

Editor : Mutiara

Sumber : detikHealth