
NARASITODAY.COM, BOGOR – Suara bising kendaraan di pusat Kota Bogor mungkin akan segera berganti dengan desis halus kereta bertenaga baterai. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi memulai babak baru transformasi transportasinya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Industri Kereta Api (INKA) untuk pengembangan sistem trem perkotaan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyebut momen ini sebagai titik terang dari penantian panjang. Di bawah rintik hujan tipis yang kerap membasahi kota, komitmen untuk menghadirkan transportasi modern yang ramah lingkungan kini bukan lagi sekadar wacana.
“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang cukup panjang, kita akhirnya sampai pada satu titik di mana industri perkeretaapian dalam negeri PT INKA berkenan untuk mensupport kelanjutan dari pengembangan sistem transportasi perkotaan Kota Bogor, memanfaatkan teknologi trem yang sudah dikembangkan oleh PT INKA,” ujar Dedie Rachim, Minggu (28/12/2025).
Berbeda dengan trem konvensional di Eropa yang bergantung pada jalinan kabel atas (catenary), trem yang akan membelah jalanan Bogor ini mengusung teknologi masa depan. Dengan kandungan lokal lebih dari 60%, moda ini mengandalkan kekuatan baterai dengan sistem pengisian daya cepat.
“Teknologinya mumpuni, tanpa harus memakai catenary atau kabel atas, dan sistem charging-nya sangat modern. Dengan begitu, biaya operasional bisa jauh lebih hemat dan tidak membebani pemerintah daerah maupun masyarakat sebagai pengguna transportasi publik masa depan ini,” kata Dedie menjelaskan sisi efisiensi moda tersebut.
Sebagai langkah awal, sebuah lintasan sepanjang 450 meter akan disiapkan di area strategis untuk mengedukasi warga. Rencana uji coba akan berpusat di sekitar Stasiun Bogor dan Alun-Alun, sebelum nantinya merambah ke koridor utama sepanjang 7-8 kilometer.
Dedie juga memastikan bahwa infrastruktur ikonik seperti Jembatan Otista dan Jalak Harupat telah dirancang kuat untuk menopang beban trem ini.
“Tujuannya supaya masyarakat bisa teredukasi dan terbiasa bahwa trem perkotaan adalah solusi transportasi publik masa depan yang ramah lingkungan, efisien, dan tidak mahal,” tuturnya.
Direktur Utama PT INKA, Eko Purwanto, menyambut hangat keberanian Pemkot Bogor. Baginya, Bogor adalah panggung ideal bagi karya anak bangsa yang telah dikembangkan sejak tahun 2018.
“Hari ini kami melakukan penandatanganan MoU terkait pengembangan commuter, khususnya trem. Prototipe yang sudah kami kembangkan sejak 2018 ini sudah diuji coba di Solo dan Kediri, dan kini disambut baik oleh Pemkot Bogor,” timpal Eko.
Eko menegaskan bahwa proyek ini adalah pembuktian kualitas insinyur dalam negeri. “Ini trem baterai ya, jadi teknologi ini sudah kami miliki. Tinggal kami kembangkan dengan engineer Indonesia. Semuanya dikerjakan oleh anak-anak bangsa, dan komitmen Pak Wali memberikan energi yang luar biasa bagi kami,” ucapnya.
Senada dengan itu, Direktur Utama Transpakuan, Nissa Fadliya, optimis bahwa integrasi moda transportasi ini akan mengurai benang kusut kemacetan di Kota Bogor.
“Kami berharap ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami untuk mewujudkan visi Kota Bogor, yaitu Bogor Lancar, dengan menyediakan moda transportasi yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan,” pungkas Nissa.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com












