NARASITODAY.COM,TEL AVIV – Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sistem pertahanan rudal kebanggaan Israel, Iron Dome, kini berjaga di luar perbatasan wilayahnya. Israel dilaporkan telah mengerahkan baterai pertahanan udara tersebut ke Uni Emirat Arab (UEA) sebagai langkah darurat menghadapi gelombang serangan besar-besaran dari Iran.
Langkah militer yang tidak biasa ini menandai babak baru dalam peta pertahanan Timur Tengah. Koordinasi ini terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan yang kian memanas, di mana langit Teluk kini menjadi medan pertempuran teknologi pencegat rudal.
Diplomasi Kilat di Tengah Krisis
Pengerahan sistem canggih ini bukan tanpa alasan. Menurut laporan Axios, keputusan strategis ini lahir usai percakapan telepon krusial antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Sesaat setelah pembicaraan tersebut berakhir, Netanyahu segera memberikan instruksi khusus kepada militer Israel untuk mengirimkan unit baterai pertahanan udara lengkap, mencakup rudal pencegat hingga personel operasional ke wilayah UEA.
“UEA menjadi negara pertama, selain Amerika Serikat, yang mengoperasikan sistem ini di wilayahnya,” ujar seorang pejabat Israel seperti dikutip dari Axios, Selasa (28/4/2026).
Ujian Api di Langit Abu Dhabi
Kehadiran Iron Dome di tanah Emirat langsung dihadapkan pada ujian nyata. Di bawah kepungan sekitar 550 rudal balistik dan jelajah, serta lebih dari 2.200 drone yang diluncurkan Iran, sistem ini menjadi garis pertahanan terakhir yang krusial.
Pejabat senior Israel mengklaim bahwa teknologi pencegat mereka telah membuktikan ketangguhannya dalam melindungi target militer maupun sipil dari kehancuran total.
“Sistem Iron Dome tersebut berhasil mencegat ‘puluhan rudal Iran’ selama gelombang serangan intensif ke wilayah UEA,” ungkap pejabat tersebut.
Serangan Balasan dan Dinamika Kawasan
Skala serangan Iran yang masif memaksa UEA untuk mempererat barisan dengan sekutu barunya. Tidak hanya bertahan, Angkatan Udara Israel dilaporkan turut mengambil langkah ofensif dengan menggempur wilayah selatan Iran. Serangan udara tersebut menyasar titik-titik peluncuran rudal jarak pendek yang diduga akan digunakan untuk menyerang UEA dan negara-negara Teluk lainnya.
Pengerahan Iron Dome ke wilayah Teluk ini bukan sekadar bantuan militer biasa. Ini adalah simbol nyata dari pergeseran drastis dinamika keamanan di Timur Tengah. Di mana dahulu negara-negara Arab dan Israel berdiri berseberangan, kini ancaman bersama dari Teheran telah menyatukan mereka dalam satu payung pertahanan udara yang sama.
Hingga saat ini, ketegangan di kawasan masih berada pada level tertinggi, dengan sistem perisai besi tersebut tetap dalam posisi siaga penuh di langit UEA.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














