NARASITODAY.COM, JAKARTA – Sebuah kasus medis yang tidak biasa dialami seorang pria muda di China. Selama hampir tiga tahun, ia harus menghadapi perubahan ekstrem pada kulit tangannya setiap kali terkena air, mulai dari mencuci tangan hingga merendamnya. Kulit di punggung tangan tampak mengerut berlebihan, menebal, dan muncul bintil putih menyerupai sisik.
Keluhan tersebut disertai rasa gatal hebat dan sensasi terbakar, terutama saat musim panas. Menariknya, gejala ini tidak muncul di telapak tangan dan akan menghilang sekitar setengah jam setelah kulit kembali kering. Awalnya, kondisi ini sempat diduga sebagai eksim kronis, namun pengobatan yang dijalani tidak menunjukkan perbaikan.
Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit, dokter menemukan pola unik dari perubahan kulit yang hanya muncul setelah kontak dengan air. Hasil biopsi menunjukkan adanya pelebaran saluran keringat serta penebalan lapisan kulit akibat produksi keratin berlebih.
Berdasarkan temuan tersebut, dokter mendiagnosis pasien mengalami aquagenic syringeal acrokeratoderma (ASA), yakni penyakit kulit langka yang ditandai reaksi berlebihan pada kulit saat terkena air. Kasus ini terbilang istimewa karena umumnya ASA menyerang telapak tangan, sementara pada pasien ini justru hanya muncul di punggung tangan dan pergelangan.
Meski penyebab pastinya masih diteliti, pasien kini menjalani perawatan dengan salep khusus dan dianjurkan membatasi kontak langsung dengan air. Setelah satu bulan perawatan, gejala dilaporkan mulai berkurang. Kasus ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan penyakit kulit langka yang kerap sulit dikenali sejak awal. (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com














