
NARASITODAY.COM, JAKARTA – Aroma keringat dan deru nafas di pusat pelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta selama setahun terakhir kini bersiap dikonversi menjadi prestasi. Sebanyak 11 atlet terbaik dari Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami) resmi bertolak menuju Luzhou, China, untuk bertarung dalam ajang kualifikasi Asian Games 2026.
Bertajuk 3rd AMMA Championships 2026 yang digelar pada 9-11 Januari, ajang ini bukan sekadar turnamen biasa. Ini adalah gerbang krusial bagi para petarung Indonesia untuk mengamankan tempat di panggung multievent terbesar di Asia.
Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan, menegaskan bahwa para atlet yang dipilih bukan sembarang nama. Mereka adalah pendekar-pendekar yang telah teruji melalui seleksi ketat berdasarkan performa teknis, kesiapan fisik, dan pengalaman internasional.
“Setelah melewati uji coba pada SEA Games 2025, Asian Games mendatang merupakan panggung multievent yang penting dalam kaitannya dengan perjalanan cabang olahraga MMA menuju pengakuan IOC (International Olympic Committee),” ujar Tommy dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).
Sains di Balik Kekuatan Otot Kepercayaan diri Indonesia kali ini bukan tanpa alasan. Sejak awal 2025, Pertacami telah menerapkan pola pembinaan berbasis sport science. Tidak hanya sekadar latihan fisik yang keras, namun juga melibatkan tim dokter nutrisi untuk memantau stamina hingga pencapaian berat badan ideal di setiap kelas.
Di disiplin Traditional MMA, tumpuan harapan berada di pundak nama-nama seperti Alfiandi (60kg), Eugene Darrien Djubair (65kg), hingga Yusni Nurhayati Hutasoit (60kg). Sementara di kelas Modern MMA, Indonesia menurunkan skuad tangguh di antaranya Riswan Efendi Hutabalian (56kg), Jon Setiawan Saragih (60kg), hingga srikandi Novia Pesik (49kg).
“Kami membawa atlet-atlet yang sudah memiliki rekam jejak kuat di kejuaraan dunia. Kami optimistis bisa membawa pulang prestasi terbaik dan mengharumkan Indonesia,” tambah Tommy.
Modal Gemilang dari Thailand Optimisme ini semakin diperkuat dengan rekam jejak sempurna pada SEA Games 2025 di Thailand. Kala itu, MMA Indonesia mencatatkan tingkat keberhasilan 100 persen dengan membawa pulang medali dari seluruh atlet yang dikirimkan.
“Kepercayaan diri PB Pertacami juga diperkuat oleh capaian gemilang pada SEA Games 2025 Thailand, di mana Indonesia mengirimkan enam atlet MMA dan seluruhnya berhasil meraih medali,” kenang Tommy.
Menurutnya, torehan 1 emas, 4 perak, dan 1 perunggu di Thailand adalah bukti nyata bahwa metode latihan yang dijalankan sudah berada di jalur yang benar.
“Performa pada SEA Games 2025 lalu menjadi bukti kesiapan atlet MMA Indonesia. Enam atlet bertanding, enam medali kami raih. Ini bukan hanya prestasi, tetapi juga validasi dari sistem pembinaan yang kami jalankan,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Presiden GAMMA (Global Association of Mix Martial Arts) tersebut.
Kini, di bawah langit Luzhou, 11 petarung tanah air tersebut memikul mimpi besar untuk membawa bendera Merah Putih berkibar di Asian Games 2026.
“Kami percaya kerja keras atlet akan terbayar di arena pertandingan. Dukungan publik Indonesia akan menjadi bagian dari perjalanan penting MMA nasional ke level berikutnya,” tutup Tommy.
Daftar Atlet Indonesia di Kualifikasi Asian Games 2026:
- Traditional MMA: Alfiandi (60kg), Eugene Darrien Djubair (65kg), Delvi Nurfadilah (49kg), Dwi Ani Retno Wulan (54kg), Yusni Nurhayati Hutasoit (60kg).
- Modern MMA: Riswan Efendi Hutabalian (56kg), Jon Setiawan Saragih (60kg), Albert (65kg), Novia Pesik (49kg), Vallensia Fahira Hotmauli (54kg), Maydelse Sitepu (60kg).***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com












