
NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kulit buah manggis yang selama ini kerap dianggap limbah ternyata menyimpan potensi manfaat bagi kesehatan, khususnya bagi penderita penyakit ginjal kronik. Hal ini terungkap melalui penelitian yang dilakukan oleh dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), Dr dr Almaycano Ginting, M Kes (ClinPath), SpPK.
Penelitian tersebut berangkat dari pengamatan terhadap kondisi pasien penyakit ginjal kronik yang sering kali baru terdiagnosis saat memasuki stadium lanjut. Menurut dr Almaycano, kondisi ini mendorong perlunya upaya pencegahan dan pendampingan tambahan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kulit manggis diketahui memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang cukup tinggi. Dalam penelitiannya, dr Almaycano menelaah potensi senyawa tersebut dalam membantu meredakan peradangan pada pasien penyakit ginjal kronik. Penelitian ini menjadi bagian dari program doktoral bidang patologi klinis yang ia jalani sejak 2021.
Ia berharap hasil studi ini dapat membuka wawasan masyarakat agar tidak lagi memandang kulit manggis sebagai limbah semata. Pemanfaatan bahan alami tersebut dinilai berpotensi memberikan dampak positif, baik dari sisi kesehatan maupun pengelolaan sumber daya alam.
Ke depan, penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut hingga tahap uji klinis. Dengan demikian, kulit manggis berpeluang menjadi salah satu alternatif pendukung terapi berbasis bahan alam bagi penderita penyakit ginjal kronik. (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth













