NARASITODAY.COM – Tidur nyenyak menjadi kebutuhan penting bagi kesehatan fisik dan mental. Namun, banyak orang mengeluhkan sulit tidur akibat rasa panas berlebih, terutama saat malam hari. Kondisi ini tidak hanya membuat tidur tidak nyaman, tetapi juga berdampak pada kualitas istirahat secara keseluruhan. Berikut lima faktor yang kerap menjadi penyebab terganggunya tidur karena rasa panas berlebih.
- Suhu Ruangan Terlalu Tinggi
Suhu kamar yang panas atau sirkulasi udara yang buruk dapat membuat tubuh sulit menurunkan suhu inti saat tidur. Padahal, tubuh membutuhkan kondisi lebih sejuk untuk memicu rasa kantuk dan mempertahankan tidur yang dalam. - Penggunaan Pakaian Tidur yang Tidak Tepat
Bahan pakaian yang tebal atau tidak menyerap keringat, seperti sintetis, dapat menjebak panas tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi gerah dan sering terbangun di malam hari. - Konsumsi Makanan dan Minuman Tertentu
Makanan pedas, berlemak, atau minuman berkafein menjelang tidur dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan memicu rasa panas. Alkohol juga dapat mengganggu kemampuan tubuh mengatur suhu. - Kondisi Kesehatan dan Perubahan Hormon
Gangguan kesehatan seperti demam, hipertiroid, atau perubahan hormon—termasuk menopause dapat menyebabkan sensasi panas berlebih di malam hari. Kondisi ini sering disertai keringat malam yang mengganggu tidur. - Stres dan Aktivitas Berlebihan Sebelum Tidur
Stres emosional atau aktivitas fisik intens menjelang waktu tidur dapat meningkatkan denyut jantung dan suhu tubuh. Akibatnya, tubuh sulit memasuki fase relaksasi yang dibutuhkan untuk tidur nyenyak.
Para ahli menyarankan untuk menjaga suhu kamar tetap sejuk, memilih pakaian tidur berbahan katun, serta menghindari makanan berat sebelum tidur. Dengan mengenali faktor-faktor pemicu rasa panas, kualitas tidur dapat ditingkatkan dan tubuh pun lebih segar saat bangun di pagi hari.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














