Pria di Ibaraki Ditangkap Usai Balita Meninggal dalam Mesin Cuci

0
Mesin Cuci
Ilustrasi Ruang cuci dengan mesin cuci modern. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, IBARAKI – Sebuah apartemen di Kasumigaura, Prefektur Ibaraki, Jepang, menjadi saksi bisu sebuah tragedi keluarga yang menyayat hati. Yuki Yamaguchi (31), seorang pekerja sementara, kini harus berhadapan dengan hukum setelah putra kecilnya yang baru berusia dua tahun, Aoi, ditemukan tak bernyawa di dalam mesin cuci pada April 2025 lalu.

Kasus yang mengguncang publik Jepang ini mencapai babak baru setelah kepolisian Ibaraki resmi menangkap Yamaguchi. Sang ayah diduga gagal menjalankan tanggung jawab perlindungan terhadap buah hatinya yang berakhir tragis akibat tercekik setelah terjatuh ke dalam tabung mesin cuci.

Baca Juga :  Video Viral Kemati Tapir di Mesuji Picu Koordinasi Intensif Polisi dan Kementerian Kehutanan

Di hadapan penyidik, pria yang bekerja di wilayah Tsuchiura, utara Tokyo ini, mengakui kelalaiannya yang fatal di pagi yang nahas itu.

“Saya meninggalkannya di sana tanpa membantunya,” ujar Yamaguchi, sebagaimana dikutip dari The Straits Times.

Berdasarkan rekonstruksi kepolisian, peristiwa memilukan ini terjadi dalam rentang waktu yang sangat singkat. Polisi menduga Yamaguchi meninggalkan Aoi sendirian di dekat mesin cuci antara pukul 10.00 hingga 10.20 pagi waktu setempat pada 27 April 2025.

Baca Juga :  Indonesia Siap Tantang Yaman di Matchday Kedua Piala Asia U-17 2025

Hanya berselang sembilan menit setelah dugaan waktu kejadian, tepatnya pukul 10.29 pagi, Yamaguchi melakukan panggilan darurat dengan suara gemetar, melaporkan bahwa putranya sudah tidak bernapas lagi.

Melansir situs Japan Today, pihak kepolisian mengungkapkan detail yang menambah kepedihan dalam kasus ini. Mesin cuci tersebut ternyata diletakkan di dalam kamar tidur balita laki-laki itu dan sedang tidak dalam kondisi digunakan saat kejadian berlangsung.

Dengan tinggi mesin cuci sekitar 90 sentimeter dan keberadaan pijakan di sekitarnya, polisi menduga Aoi kecil memanjat mesin tersebut atas rasa ingin tahu khas anak-anak, sebelum akhirnya jatuh ke dalam secara tidak sengaja dan terjebak di ruang yang sempit.

Baca Juga :  Gelombang Demonstrasi Besar Kembali Mengguncang Ibukota Serbia

Kini, Yamaguchi harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya di balik jeruji besi. Tragedi ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi para orang tua di Jepang mengenai potensi bahaya perabot rumah tangga yang sering kali luput dari pengawasan, meski hanya ditinggalkan selama beberapa menit.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber