Situasi Timur Tengah Memanas, Iran Ambil Langkah Ekstrem di Sektor Penerbangan

0
Iran
Ilustrasi bandara iran.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, TEHERAN – Langit di atas Republik Islam Iran kini tampak lengang. Di tengah eskalasi ketegangan domestik yang memanas dan tekanan internasional yang kian menghimpit, pemerintah Teheran mengambil langkah drastis dengan memberlakukan pembatasan ketat terhadap seluruh lalu lintas udara nasional.

Efektif hingga hari ini, Kamis (15/1/2026), wilayah udara Teheran resmi ditutup bagi hampir seluruh aktivitas penerbangan. Kebijakan ini mengubah koridor udara yang biasanya sibuk menjadi zona terbatas yang diawasi ketat oleh otoritas keamanan.

“Pembatasan ini berlaku bagi seluruh penerbangan yang masuk dan keluar Iran, sementara seluruh lalu lintas udara lainnya ditangguhkan,” demikian bunyi pemberitahuan resmi otoritas penerbangan yang dikutip dari Anadolu Agency.

Baca Juga :  Israel Serang Ladang Gas Iran, Picu Eskalasi Perang Timur Tengah

Pemberitahuan resmi tersebut menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi penerbangan sembarangan. Hanya pesawat sipil internasional dengan izin khusus yang diperbolehkan melintas, itu pun setelah melewati prosedur persetujuan berlapis dari Otoritas Penerbangan Sipil Iran.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Iran saat ini tengah berada dalam pusaran krisis ganda seperti gelombang protes anti-pemerintah yang masif di dalam negeri serta bayang-bayang ancaman serangan militer dari Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump.

Baca Juga :  Sufmi Dasco Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal Meski Ada Efisiensi Anggaran

Ketegangan yang kian meruncing membuat maskapai-maskapai raksasa dunia memilih jalur aman. Lufthansa Group, yang menaungi maskapai besar seperti Lufthansa, SWISS, Austrian Airlines, Brussels Airlines, dan Eurowings, telah menginstruksikan pilot mereka untuk memutar haluan.

Lufthansa secara resmi menyatakan bahwa mereka akan menghindari wilayah udara Iran dan Irak “sampai pemberitahuan lebih lanjut”. Keputusan ini menyusul kekhawatiran akan pecahnya konflik terbuka yang bisa membahayakan keselamatan penumpang.

Tak hanya di Iran, perusahaan Jerman tersebut juga menyesuaikan operasionalnya di titik panas lain di Timur Tengah.

Baca Juga :  Selatan Iran Diguncang Gempa Magnitudo 4,7, Warga Hormozgan Rasakan Guncangan Kuat

“Lufthansa Group juga mengatakan akan menghindari penerbangan malam ke dan dari Bandara Ben Gurion Tel Aviv karena situasi terkini di Timur Tengah,” tulis pernyataan resmi perusahaan tersebut.

Penghentian sementara penerbangan malam ke Tel Aviv ini dijadwalkan mulai berlaku pada hari Kamis ini hingga hari Minggu mendatang. Dengan penutupan wilayah udara Iran dan evakuasi jalur penerbangan oleh maskapai Barat, peta navigasi udara di Timur Tengah kini berada dalam status siaga tinggi, menunggu perkembangan dari meja diplomasi maupun garis depan konflik.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com