Demonstrasi Berdarah di Iran Tutup Wilayah Udara, Penerbangan India ke AS Terganggu

0
Air India
Ilustrasi pesawat air india. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, NEW DELHI – Gejolak politik di Iran kini tak hanya membakar jalanan di Teheran, namun juga mengacak-acak lalu lintas udara dunia. Penutupan wilayah udara Iran secara mendadak akibat demonstrasi berdarah yang kian meluas memaksa maskapai internasional, khususnya dari India menuju Amerika Serikat, melakukan perubahan rute darurat yang berujung pada insiden tak terduga di landasan pacu.

Iran selama ini merupakan koridor vital bagi penerbangan jarak jauh dari Asia Selatan menuju Amerika Utara. Ketika wilayah udara ini ditutup, maskapai seperti Air India terjepit dalam dilema operasional yang pelik.

Salah satu korban dari situasi ini adalah penerbangan Air India AI101 rute Delhi ke New York (JFK). Pesawat Airbus A350 yang membawa lebih dari 250 penumpang itu terpaksa memutar balik tak lama setelah mengudara.

Baca Juga :  Video Asusila di Pakansari Bikin Geger, Motovlogger @_bemskuy Akhirnya Angkat Bicara

“Air India mengonfirmasi bahwa Penerbangan AI101 terpaksa kembali ke Delhi tak lama setelah lepas landas karena penutupan wilayah udara Iran yang tak terduga, yang berdampak pada rute yang direncanakan,” ujar juru bicara Air India, dikutip dari Independent, Jumat (16/1).

Namun, drama tidak berhenti di situ. Saat kembali mendarat di tengah kabut tebal yang menyelimuti Bandara Delhi, pesawat modern tersebut justru mengalami kecelakaan saat melakukan taxiing. Sebuah kontainer bagasi tersedot ke dalam mesin jet kanan pesawat yang tengah beroperasi.

“Setelah mendarat di Delhi, pesawat tersebut menabrak benda asing saat melaju di landasan pacu dalam kabut tebal, yang mengakibatkan kerusakan pada mesin kanan,” tambah juru bicara tersebut.

Baca Juga :  Konflik Iran-AS Dinilai Berakhir Setelah Batas Waktu War Powers Resolution Berjalan

Meski mengalami kerusakan mesin yang serius akibat “menelan” benda asing, pihak maskapai memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pesawat kini telah dikandangkan untuk pemeriksaan menyeluruh.

“Air India menyesalkan ketidaknyamanan yang dialami penumpang kami dan secara proaktif membantu mereka dengan pengaturan perjalanan alternatif dan pengembalian dana. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama bagi Air India,” tegas pihak maskapai.

Saat ini, Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India tengah menyelidiki bagaimana kontainer bagasi bisa berada di jalur pergerakan pesawat di tengah kondisi jarak pandang yang rendah.

Ketegangan di udara ini merupakan imbas langsung dari kerusuhan hebat di daratan Iran. Apa yang bermula sebagai protes kenaikan harga barang kini telah menjelma menjadi tantangan terbesar bagi rezim mullah sejak Revolusi Islam 1979.

Baca Juga :  Penambangan Ilegal di Muara Enim Berhasil Ditutup, Puluhan Pelaku Terancam Denda Administratif

Skala kekerasan di Iran sangat mengkhawatirkan. Kelompok hak asasi manusia HRANA melaporkan angka kematian yang mencengangkan. Mereka telah memverifikasi kematian 2.435 demonstran dan 153 individu yang berafiliasi dengan pemerintah sejak kerusuhan meletus 28 Desember lalu.

Situasi ini kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali mengancam akan melakukan campur tangan atas nama para demonstran. Selama langit Iran masih membara oleh konflik, rute-rute penerbangan internasional dipastikan akan terus mengalami gangguan dan pembatalan, termasuk layanan Air India ke Newark dan New York yang masih tertunda hingga saat ini.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com