NARASITODAY.COM, JAKARTA – Fenomena child grooming kembali menjadi perhatian publik. Kasus-kasus yang terungkap menunjukkan bahwa anak-anak bisa menjadi sasaran manipulasi emosional orang dewasa, sering kali tanpa disadari oleh orang terdekatnya. Karena itu, peran orang tua sangat penting untuk mengenali tanda-tanda awal agar risiko bisa dicegah sejak dini.
Psikolog klinis Meity Arianty menjelaskan bahwa child grooming merupakan proses manipulasi yang dilakukan secara bertahap. Pelaku biasanya memilih anak-anak yang dianggap rentan, seperti mereka yang kurang perhatian, minim kasih sayang, atau sedang membutuhkan pengakuan emosional.
Setelah target ditentukan, pelaku mulai mendekati anak dengan perhatian berlebih dan membangun rasa percaya. Hubungan ini kemudian berkembang menjadi ikatan emosional yang membuat anak merasa nyaman dan bergantung pada pelaku.
Dalam tahap selanjutnya, pelaku perlahan menjauhkan anak dari lingkungan terdekatnya, termasuk orang tua dan keluarga. Anak bisa menjadi lebih tertutup atau menyimpan rahasia yang tidak biasa. Normalisasi pembicaraan bernuansa seksual juga kerap terjadi secara halus hingga anak menganggapnya sebagai hal yang wajar.
“Korban sering kali terjebak dalam ikatan emosional yang destruktif dan sulit dilepaskan,” ungkap Meity.
Orang tua disarankan untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Ketika anak mendadak menarik diri, tampak murung, atau justru berubah menjadi terlalu ekspresif, kondisi tersebut patut menjadi perhatian. Kebiasaan menyimpan rahasia yang berlebihan juga bisa menjadi salah satu tanda peringatan.
Dalam menghadapi situasi ini, orang tua diimbau untuk tidak langsung memarahi anak. Sikap terbuka, mendengarkan, dan membangun rasa aman justru menjadi kunci agar anak mau bercerita. Menurut Meity, pelaku child grooming kerap memanfaatkan jarak emosional antara anak dan orang tua untuk menjalankan aksinya.
Membangun komunikasi yang hangat dan penuh kepercayaan sejak dini menjadi langkah penting untuk melindungi anak dari ancaman child grooming. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














