
NARASITODAY.COM, DAVOS – Suhu dingin yang menusuk dan lanskap pegunungan Alpen yang diselimuti salju, Indonesia bersiap menghangatkan meja diplomasi ekonomi dunia. Mulai hari ini, Senin (19/1/2026) hingga 22 Januari mendatang, delegasi Indonesia resmi berpartisipasi dalam Annual Meeting World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.
Langkah ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari “gerilya” diplomatik jangka panjang untuk mengukuhkan posisi Indonesia sebagai pusat investasi hijau dan stabilitas ekonomi di tengah badai ketidakpastian global.
Tahun ini, Indonesia hadir dengan kekuatan penuh melalui pendekatan Indonesia Incorporated. Sinergi apik dijalin antara Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Danantara Indonesia, serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Melalui Paviliun Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Endless Horizons”, pemerintah ingin menunjukkan bahwa peluang di tanah air seluas cakrawala yang tak berujung.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa forum ini adalah panggung utama untuk membuktikan bahwa Indonesia tidak jalan di tempat.
“WEF ini tentunya menjadi momentum yang sangat baik untuk Indonesia, untuk menyampaikan narasi nasional serta rencana-rencana ke depan Indonesia kepada masyarakat global, termasuk kebijakan dan regulasi baru yang sudah dikeluarkan, sebagai pesan bahwa Indonesia terus bergerak maju,” jelas Rosan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/1/2026).
Kehadiran Indonesia di Davos menjadi sangat relevan mengingat tema besar WEF 2026, “A Spirit of Dialogue”. Di saat dunia terkotak-kotak oleh fragmentasi geopolitik, Indonesia memposisikan diri sebagai mitra yang inklusif dan solutif. Indonesia menawarkan stabilitas di tengah dunia yang sedang tidak stabil, terutama melalui komitmen pada ekonomi hijau dan hilirisasi industri.
Selain pertemuan formal di ruang-ruang sidang, diplomasi Indonesia juga merambah ke sisi yang lebih hangat melalui gelaran Indonesia Night. Di sana, alunan musik, gerak tari, dan kekayaan budaya nusantara akan menjadi instrumen diplomasi informal.
Acara Indonesia Night bukan sekadar pameran seni, melainkan ruang negosiasi di mana para pemimpin dunia dan investor global dapat melihat sisi lain Indonesia yaitu sebuah negara yang modern namun tetap memegang teguh akar budayanya, serta terbuka bagi kolaborasi yang berdampak nyata.
Rekam jejak konsistensi Indonesia di Davos selama bertahun-tahun kini menjadi fondasi kuat. Harapannya, kepastian kebijakan yang ditawarkan dalam forum ini mampu menjaring investasi berkualitas yang tidak hanya mengejar pertumbuhan angka, tetapi juga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan nasional.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













