Insiden Pencurian Kambing oleh Tentara Israel Terungkap, IDF Jatuhkan Sanksi

0
Israel
Ilustrasi jajaran para hewan kambing. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, TEL AVIV – Ketegangan geopolitik yang menyelimuti perbatasan Suriah, sebuah insiden ganjil mencoreng citra disiplin militer Israel. Bukan soal strategi perang, melainkan keterlibatan satu batalion Brigade Golani dalam aksi pencurian dan penyelundupan sekitar 250 ekor kambing milik petani Suriah ke wilayah pendudukan Tepi Barat.

Laporan yang dirilis oleh Channel 12 Israel pada Senin (19/1/2026) mengungkap bahwa aksi “penjarahan ternak” ini terjadi sekitar dua pekan lalu. Operasi militer yang seharusnya menjaga keamanan justru berubah menjadi pengangkutan logistik ilegal menggunakan truk-truk yang diduga telah disiapkan sebelumnya.

Aksi ini bermula saat para tentara menemukan kawanan kambing tersebut saat beroperasi di kawasan Dataran Tinggi Golan. Alih-alih membiarkannya, hewan-hewan itu justru dimuat dan dibawa menyeberang masuk ke wilayah Israel.

Baca Juga :  Komandan Iran Gholamreza Soleimani Tewas dalam Serangan AS-Israel, Konflik Timur Tengah Memanas

Kambing-kambing tersebut selanjutnya dipindahkan ke sejumlah peternakan di pos-pos terpencil ilegal di Tepi Barat,” tulis laporan Channel 12 mengutip sumber kepolisian.

Skandal ini baru terendus keesokan paginya. Keheningan fajar di jalan raya Dataran Tinggi Golan pecah saat warga lokal dikejutkan oleh pemandangan puluhan kambing yang berkeliaran tanpa arah di aspal panas. Temuan tak lazim inilah yang memicu penyelidikan internal militer.

Baca Juga :  Presiden Kroasia Zoran Milanovic Tolak Penunjukan Duta Besar Israel, Langkah Protes terhadap Kebijakan di Gaza

Menanggapi laporan tersebut, pihak Israel Defense Forces (IDF) bergerak cepat dengan menjatuhkan sanksi disipliner kepada para personel yang terlibat. Militer menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah pelanggaran serius terhadap kode etik mereka.

“Komandan tim diberhentikan dari dinas, komandan kompi menerima teguran, dan seluruh anggota tim diskors untuk jangka waktu tertentu,” demikian pernyataan resmi IDF.

Hingga saat ini, nasib kawanan ternak tersebut masih menggantung. Sekitar 200 ekor kambing dilaporkan masih berkeliaran di wilayah Israel dan Tepi Barat tanpa tanda kepemilikan maupun prosedur vaksinasi yang jelas. Sementara sebagian kecil lainnya dikabarkan telah kembali ke wilayah Suriah secara terpencar.

Baca Juga :  Jalan Raya Bogor Jadi Saksi Awal Tahun Ajaran Baru, Macet Jadi Teman Setia

Insiden ini terjadi di tengah situasi yang kian rapuh pasca-runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024. Israel, yang telah menduduki Golan sejak 1967, dilaporkan terus memperluas kontrolnya di zona penyangga PBB.

Bagi para petani Suriah di perbatasan, hilangnya ternak-ternak ini bukan sekadar angka statistik, melainkan pukulan bagi mata pencaharian mereka di tengah gempuran lebih dari 1.000 serangan udara dan ratusan penyusupan wilayah yang dituduhkan otoritas Suriah kepada Israel sejak pergantian kekuasaan di Damaskus.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber