
NARASITODAY.COM, LONDON – Selhurst Park sedang bergolak. Bukan karena kekalahan di lapangan, melainkan karena keretakan tajam antara manajer dan pemilik klub. Oliver Glasner, juru taktik Crystal Palace, secara terbuka menyatakan “hatinya hancur” setelah manajemen klub memutuskan untuk menjual kapten sekaligus pilar pertahanan mereka, Marc Guehi, ke Manchester City tanpa persetujuannya.
Manchester City resmi mengumumkan Guehi sebagai rekrutan anyar mereka pada Senin (19/1/2026). Bek timnas Inggris tersebut ditebus dengan mahar 20 juta paun dan diikat kontrak jangka panjang hingga tahun 2031.
Bagi Glasner, kepergian Guehi bukan sekadar kehilangan pemain bintang, melainkan sebuah pengkhianatan profesional. Sentuhan feature terasa pedih karena ini adalah kali kedua dalam kurun waktu enam bulan Glasner kehilangan pemain kunci tepat di saat-saat krusial. Pada musim panas lalu, ia harus merelakan Eberechi Eze menyeberang ke Arsenal.
Amarah pelatih asal Austria ini meledak usai kekalahan tipis Palace 1-2 dari Sunderland, Minggu (18/1). Ia merasa langkah pemilik klub, Steve Parish, telah melucuti kekuatannya untuk membawa The Eagles terbang tinggi.
“Jika hati Anda hancur dua kali setahun, [Eberechi] Eze satu hari sebelum pertandingan di musim panas dan kapten Anda satu hari sebelum pertandingan – saya benar-benar tidak mengerti,” ujar Glasner dengan nada getir, sebagaimana dikutip dari BBC.
Glasner merasa pengalaman tiga dekade di sepak bola tidak cukup untuk mempersiapkannya menghadapi kebijakan manajemen Palace saat ini. “Saya sudah berkecimpung di dunia sepak bola selama 30 tahun dan belum pernah mengalami ini, sekali pun. Sekarang terjadi dua kali dalam enam atau tujuh bulan. Itulah kondisi kita sekarang,” jelasnya.
Kekecewaan Glasner dinilai sangat beralasan. Sejak menukangi Palace pada 2024, ia telah memberikan kebahagiaan luar biasa bagi pendukung klub London selatan tersebut dengan mempersembahkan trofi Piala FA dan Community Shield. Namun, kegemilangan prestasi tersebut tampaknya tidak dibarengi dengan keselarasan visi di ruang rapat direksi.
Kini, masa depan Glasner di Selhurst Park berada di ujung tanduk. Sang manajer dilaporkan sudah kehilangan kesabaran dan mulai mempertimbangkan untuk meninggalkan posisinya di akhir musim nanti.
Kehilangan Marc Guehi mungkin memberikan suntikan dana bagi kas klub, namun bagi Glasner, kepergian sang kapten adalah simbol dari runtuhnya ambisi besar yang sedang ia bangun. Pendukung Palace kini hanya bisa menunggu, apakah klub akan mampu memulihkan hati sang manajer, ataukah kepergian Guehi akan menjadi awal dari eksodus besar di kubu London Selatan.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













