Sardar Azmoun Dicoret dari Daftar Pemain Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026

0
Sardar Azmoun
Sardar Azmoun.Foto : readers.id

NARASITODAY.COM, TEHERAN – Di dunia sepak bola Iran, nama Sardar Azmoun adalah sinonim dengan gol dan kejayaan. Namun, mimpi sang striker untuk memimpin tim nasional di panggung Piala Dunia 2026 kini berada di ujung tanduk. Nama pemain berusia 31 tahun itu secara mengejutkan hilang dari daftar 35 pemain yang dirilis pelatih Amir Ghalenoi pada Jumat (20/3/2026) waktu setempat.

Pencoretan “Sang Messi Iran” ini memicu badai spekulasi. Bukan karena performanya yang menurun, melainkan karena aroma politis yang kental di balik keputusan tersebut.

Foto yang Mengubah Segalanya

Azmoun, yang saat ini berseragam klub Uni Emirat Arab (UEA) Shabab Al Ahli, tengah menjadi sorotan tajam di tanah airnya. Pemicunya adalah sebuah unggahan foto dirinya bersama pemimpin Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum, pada pekan ini.

Baca Juga :  Australia Kerahkan Pesawat Militer untuk Evakuasi Warga dari Timur Tengah

Langkah Azmoun dianggap kontroversial mengingat situasi geopolitik yang sedang membara. Hubungan Teheran dan UEA memburuk setelah Iran melancarkan serangan roket ke wilayah Emirat sebagai respons atas serangan udara AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Laporan dari Kantor Berita Fars, yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam, mengutip sumber internal yang menyebut bahwa kesetiaan Azmoun kini dipertanyakan.

Baca Juga :  Sempurna di Puncak, Arsenal Pimpin Delapan Raksasa Langsung ke 16 Besar Liga Champions

“Media-media Iran menyebutkan Azmoun dicoret dari skuad karena dianggap tidak setia kepada pemerintah Iran,” tulis laporan Reuters.

Kehilangan Predator Paling Tajam

Absennya Azmoun dalam dua laga persahabatan melawan Nigeria dan Kosta Rika di Antalya, Turki, merupakan kerugian besar secara teknis. Catatan statistiknya tidak berbohong: 57 gol dari 91 penampilan internasional menjadikannya striker terbaik yang dimiliki Iran saat ini.

Sebagai pengganti, Amir Ghalenoi justru memanggil penyerang kelahiran Jerman, Dennis Eckert, untuk pertama kalinya. Pemain Standard Liege tersebut memiliki garis keturunan Iran dari ayahnya, namun ia memikul beban berat untuk menggantikan posisi ikonik yang ditinggalkan Azmoun.

Baca Juga :  Debut Mengecewakan Kluivert, Tagar "Kluivert Out" Meramaikan Media Sosial Setelah Kekalahan Telak Timnas Indonesia

Ketidakpastian di Piala Dunia 2026

Pencoretan Azmoun terjadi di tengah awan mendung yang menyelimuti partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Konflik terbuka dengan Amerika Serikat salah satu tuan rumah turnamen selain Meksiko dan Kanada membuat nasib “Team Melli” di panggung global menjadi teka-teki besar.

Bagi para penggemar, hilangnya Azmoun bukan sekadar strategi pelatih, melainkan simbol bagaimana ketegangan politik dapat merangsek masuk ke dalam ruang ganti dan merampas harapan olahraga dari lapangan hijau.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com