Kenapa DBD Kedua Bisa Lebih Parah? Ini Penjelasan Ilmiahnya yang Wajib Kamu Tahu

0
Seorang pasien dirawat di rumah sakit karena demam berdarah/DBD. ilustrasi pasien dirawat di rumah sakit (freepik.com/freepik)

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Buat banyak orang yang tinggal di wilayah tropis seperti Indonesia, demam berdarah (DBD) bukan hal yang asing. Sebagian orang mungkin hanya mengalaminya sekali seumur hidup, tapi ada juga yang bisa terkena lebih dari satu kali. Menariknya, banyak kasus menunjukkan bahwa infeksi DBD kedua justru bisa terasa lebih berat dibanding yang pertama.

Hal ini bukan sekadar mitos. Penelitian medis menjelaskan ada mekanisme biologis yang membuat infeksi dengue berulang punya risiko lebih tinggi. Memahami penyebabnya bisa membantu kita lebih waspada saat mengalami gejala DBD untuk kedua kalinya.

Baca Juga :  Jangan Biarkan Kebaikanmu Di Salah Gunakan, 7 Sikap Efektif untuk Menghadapinya

Ada 4 Serotipe Virus Dengue

Virus dengue ternyata tidak hanya satu jenis. Ada empat serotipe, yaitu DENV-1 sampai DENV-4. Saat seseorang terinfeksi pertama kali, tubuh akan membentuk antibodi yang kuat terhadap serotipe tersebut.

Masalahnya, antibodi itu tidak selalu efektif jika infeksi berikutnya disebabkan serotipe yang berbeda. Jadi meskipun tubuh “ingat” dengue, perlindungan dari infeksi pertama bisa jadi tidak cukup untuk melawan virus baru.

Antibodi Lama Bisa Jadi “Penolong Palsu”

Inilah yang disebut fenomena antibody-dependent enhancement (ADE). Pada infeksi kedua, antibodi sisa dari infeksi pertama bisa menempel pada virus baru, tapi tidak berhasil menetralkannya.

Baca Juga :  Jaro Ade : Saatnya Meningkatkan Insentif Kader Posyandu di Kabupaten Bogor

Alih-alih menghentikan virus, antibodi tersebut justru membantu virus masuk ke sel imun dan mempercepat penyebaran infeksi. Akibatnya, virus lebih cepat berkembang dan gejalanya bisa menjadi lebih berat.

Viral Load Lebih Tinggi, Risiko Gejala Berat Meningkat

Karena virus lebih mudah berkembang pada infeksi kedua, jumlah virus dalam darah (viral load) bisa meningkat cepat. Kondisi ini dapat memicu reaksi sistem imun yang terlalu agresif, seperti pelepasan sitokin berlebihan.

Baca Juga :  Pastikan Buah-Buahan Aman Dikonsumsi dengan 6 Cara Mencuci yang Tepat

Dampaknya, risiko trombosit turun, kebocoran pembuluh darah, hingga kondisi serius seperti syok dengue bisa lebih besar dibanding infeksi pertama.

Tetap Berisiko Meski Pernah Sembuh

Fakta penting lainnya: seseorang yang sudah pernah terkena DBD dan sembuh tidak otomatis kebal sepenuhnya. Ia tetap berisiko mengalami DBD lagi, bahkan dengan kemungkinan kondisi yang lebih parah jika virusnya berbeda serotipe.

Karena itulah, jika kamu pernah mengalami DBD sebelumnya, penting untuk lebih waspada saat demam tinggi muncul lagi dan segera memantau kondisi secara ketat. (MG3)

 

Editor : Mutiara

Sumber : idntimes.com