
NARASITODAY.COM, DAKAR – Jalanan kota Dakar berubah menjadi lautan manusia saat bus terbuka yang membawa skuad Timnas Senegal membelah kerumunan pada Selasa lalu. Di bawah kibaran bendera hijau-kuning-merah, Sadio Mane dan kawan-kawan disambut sebagai pahlawan nasional usai menumbangkan Maroko 1-0 di final Piala Afrika 2025 di Rabat, Minggu (18/1/2026).
Namun, pesta kemenangan tidak berhenti di parade jalanan. Di balik gemerlap medali emas, Pemerintah Senegal telah menyiapkan “hadiah raja” bagi para pemain yang berhasil membawa pulang trofi supremasi sepak bola Afrika tersebut ke tanah Senegal untuk kedua kalinya.
Dalam sebuah jumpa pers yang penuh suasana emosional usai parade trofi, Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye secara resmi mengumumkan rincian bonus yang akan diterima tim. Tak tanggung-tanggung, setiap pemain akan mengantongi uang tunai sebesar 75 juta franc CFA atau sekitar Rp2,2 miliar, ditambah aset masa depan berupa sebidang tanah luas.
“Dalam kesempatan ini, saya memberi tahu rakyat Senegal bahwa, atas nama saya sendiri, saya telah menawarkan kepada setiap klien (pemain) yang hadir di sini 75 juta franc CFA dan 1.500 meter persegi tanah di Petite Cote,” kata Faye, dikutip dari The Athletic.
Petite Cote merupakan kawasan pesisir pantai yang dikenal sebagai salah satu daerah premium di Senegal. Pemberian tanah ini seolah menjadi simbol bahwa para pemain kini memiliki “akar” yang kokoh di tanah air yang mereka harumkan.
Presiden Faye menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah kerja kolektif. Oleh karena itu, bonus tidak hanya menyasar para bintang di lapangan, tetapi juga merembet ke jajaran federasi hingga staf kementerian.
“Kepada anggota Federasi, (tanah) 1.000 meter persegi dan (uang) 50 juta. Kepada anggota delegasi lainnya, (tanah) 500 meter persegi dan (uang) 20 juta, juga di Petite Cote,” lanjut Faye.
Ia juga menambahkan apresiasi khusus bagi motor birokrasi olahraga mereka:
“Kepada Kementerian Olahraga, bonus 305 juta untuk seluruh staf kementerian, dan tanah untuk anggota delegasi kementerian yang mendampingi tim ke Maroko,” jelasnya.
Gelar Piala Afrika 2025 ini menjadi tinta emas kedua dalam sejarah sepak bola Senegal setelah keberhasilan pertama mereka di tahun 2021. Perjalanan mereka menuju podium juara pun terbilang impresif; menyapu bersih fase grup, lalu secara perkasa menyingkirkan Sudan, Mali, dan sang raksasa Mesir di fase gugur.
Kini, para pemain “Singa Teranga” tidak hanya pulang membawa trofi dan kebanggaan, tetapi juga jaminan kesejahteraan yang menjadi bentuk terima kasih tertinggi dari negara atas dedikasi mereka di lapangan hijau.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com













