
NARASITODAY.COM, COLUMBIA HEIGHTS – Kebijakan keras imigrasi di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump kembali memicu kontroversi di Amerika Serikat. Pejabat sekolah dan pengacara di Columbia Heights, Minnesota, melaporkan bahwa agen imigrasi federal (ICE) telah menahan sedikitnya empat siswa, termasuk seorang anak laki-laki berusia 5 tahun.
Anak tersebut diidentifikasi bernama Liam Conejo Ramos. Menurut saksi mata, Liam yang mengenakan ransel Spider-Man menyaksikan ayahnya, Adrian Alexander Conejo Arias, ditangkap oleh agen bermasker di halaman rumah mereka setelah pulang dari sekolah taman kanak-kanak pada Selasa (20/1/2026).
Marc Prokosch, pengacara keluarga, menegaskan bahwa Liam dan ayahnya berada di AS secara legal sebagai pemohon suaka asal Ekuador. Namun, keduanya kini telah dibawa ke fasilitas penahanan keluarga di Dilley, Texas.
“Agen ICE telah berkeliaran di lingkungan kami, mengitari sekolah, membuntuti bus kami, masuk ke tempat parkir berkali-kali, dan mengambil anak-anak kami,” ujar Zena Stenvik, Pengawas Distrik Sekolah Umum Columbia Heights, dalam konferensi pers, Jumat (23/1/2026).
Kontroversi semakin mencuat setelah Wakil Presiden JD Vance membela tindakan ICE. Ia mengklaim bahwa ayah Liam melarikan diri dan meninggalkan anaknya, sehingga petugas tidak memiliki pilihan selain mengamankan bocah tersebut agar tidak “mati kedinginan.”
“Apa yang seharusnya mereka lakukan? Membiarkan anak lima tahun mati kedinginan? Apakah mereka tidak boleh menangkap warga asing ilegal?” ujar Vance saat berkunjung ke Minneapolis.
Namun, narasi ini dibantah keras oleh saksi mata dan pejabat sekolah. Mary Granlund, Ketua Dewan Sekolah Columbia Heights, menyebut bahwa petugas ICE justru mencoba menggunakan Liam sebagai “umpan” agar ibunya keluar dari rumah untuk kemudian ditangkap.
Granlund menambahkan, pihak sekolah dan tetangga sebenarnya sudah menawarkan diri untuk menjaga Liam, tetapi ditolak oleh petugas. “Rasa aman di komunitas kami terguncang dan hati kami hancur. Anak-anak seharusnya berada di sekolah bersama teman-temannya,” tegasnya.
Penahanan ini merupakan bagian dari operasi besar imigrasi Trump yang mengerahkan sekitar 3.000 petugas federal ke wilayah Minneapolis. Ketegangan di kota tersebut meningkat sejak insiden 7 Januari lalu, ketika seorang petugas imigrasi menembak mati Renee Good (37), seorang warga negara AS dan ibu tiga anak.
Situasi di lapangan kini dilaporkan mencekam. Petugas federal bersenjata lengkap terus memburu tersangka yang dianggap sebagai pelanggar imigrasi, sementara kelompok pengunjuk rasa membentuk patroli pengamat dengan peluit untuk memperingatkan warga jika ada penggerebekan ICE.
Hingga berita ini diturunkan, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) bersikeras bahwa ayah Liam berada di AS secara ilegal. Namun, pengacara keluarga menyatakan catatan di Minnesota tidak menunjukkan adanya riwayat kriminal dan keluarga tersebut sedang menunggu jadwal persidangan imigrasi.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













