NARASITODAY.COM, WASHINGTON – Suasana Minggu (25/1/2026) yang seharusnya tenang berubah menjadi mencekam saat badai musim dingin raksasa menyapu wilayah Timur dan Selatan Amerika Serikat. Deru angin kencang dan tumpukan salju tidak hanya memutihkan lanskap kota, tetapi juga melumpuhkan sendi-sendi kehidupan ia memutus aliran listrik bagi ratusan ribu warga dan mengandangkan ribuan pesawat di landasan yang membeku.
Data dari PowerOutage.us mencatat kegelapan menyelimuti lebih dari 850.000 pelanggan di berbagai negara bagian. Tennessee menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 290.000 pelanggan kehilangan akses listrik, disusul oleh krisis serupa di Mississippi, Texas, dan Louisiana.
Di sektor transportasi, pemandangan di bandara-bandara besar tampak seperti kota mati. Situs pelacak FlightAware melaporkan lebih dari 10.200 penerbangan dibatalkan pada hari Minggu saja. Di ibu kota, Bandara Nasional Ronald Reagan bahkan mengambil langkah ekstrem dengan membatalkan seluruh jadwal penerbangan.
Maskapai besar kini berjibaku melawan alam. Delta Air Lines menyatakan pihaknya hanya mampu mengoperasikan jadwal terbatas, sangat bergantung pada kondisi hujan es dan badai yang terus berubah.
“Kami memindahkan tim ahli dari bandara-bandara wilayah dingin untuk membantu proses penghilangan es (de-icing) dan penanganan bagasi di sejumlah bandara selatan,” tulis pernyataan resmi maskapai tersebut.
Badan Meteorologi Nasional memperingatkan bahwa penderitaan belum berakhir. Salju setebal 45 sentimeter diprediksi akan menimbun wilayah New England, sementara suhu ekstrem diperkirakan akan anjlok drastis setelah badai berlalu.
Kondisi kritis ini memaksa pemerintah bergerak cepat. Presiden Donald Trump telah menyetujui status darurat federal di 12 negara bagian. Secara total, 17 negara bagian dan Distrik Columbia kini berada dalam status darurat cuaca.
Sektor energi pun mulai melakukan langkah mitigasi darurat. Departemen Energi AS mengizinkan penggunaan pembangkit cadangan di Texas dan memberikan kelonggaran operasional jaringan di Mid-Atlantic demi mencegah keruntuhan sistem listrik yang lebih luas.
Kekhawatiran mendalam juga datang dari sektor infrastruktur digital. Perusahaan utilitas Dominion Energy memperingatkan bahwa badai ini berpotensi menjadi salah satu tantangan terbesar dalam sejarah operasional mereka di Virginia.
“Badai ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar berdampak pada operasional, terutama karena wilayah Virginia menampung pusat data berskala besar,” tegas perwakilan Dominion Energy.
Hingga berita ini diturunkan, petugas teknis terus bekerja di tengah cuaca ekstrem untuk memulihkan jaringan listrik, sementara jutaan warga AS diimbau untuk tetap berada di dalam rumah demi menghindari suhu dingin yang mematikan.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













