Inggris Bentuk “FBI Inggris” untuk Tangani Kejahatan Terorganisir

0
FBI
Ilustrasi Lambang Biro Investigasi Federal (FBI) di luar kantor pusat mereka di Washington, D.C.. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, LONDON – Lanskap keamanan di Inggris Raya sedang bersiap menghadapi revolusi terbesar dalam sejarah penegakan hukumnya. Kementerian Dalam Negeri Inggris resmi mengumumkan pembentukan Layanan Kepolisian Nasional (NPS), sebuah badan elit yang kini populer dijuluki sebagai “FBI Inggris“.

Langkah ini diambil untuk memusatkan kekuatan dalam menghadapi ancaman modern yang kian kompleks, mulai dari sel terorisme internasional, penipuan lintas batas, hingga jaringan pelecehan anak secara daring yang terorganisir.

NPS dirancang untuk melampaui keterbatasan kepolisian lokal. Dengan dukungan teknologi pengenalan wajah terbaru dan investigasi berbasis data, badan ini akan menjadi ujung tombak perburuan penjahat kelas kakap.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, menegaskan bahwa kehadiran NPS akan memberikan ruang napas bagi polisi di tingkat daerah untuk kembali fokus pada masalah di lingkungan mereka sendiri.

Baca Juga :  Warga Negara Asing Hina Bendera Indonesia di London, Kemlu RI Laporkan ke Polisi Inggris

“Kami akan menciptakan Layanan Kepolisian Nasional baru, yang dijuluki ‘FBI Inggris’, dengan mengerahkan talenta keras dunia dan teknologi mutakhir untuk melacak dan menangkap penjahat berbahaya,” ujar Mahmood sebagaimana dikutip dari The Guardian, Senin (26/1/2026).

Dengan terbentuknya NPS, lembaga-lembaga yang ada sebelumnya seperti Badan Kejahatan Nasional (NCA) dan unit kejahatan terorganisir regional akan dilebur ke dalam satu komando. Kepemimpinan tertinggi akan berada di tangan seorang komisaris polisi nasional, jabatan polisi paling senior di negara itu.

Mantan kepala kepolisian kontra-terorisme, Neil Basu, menyambut baik sentralisasi ini. Menurutnya, sistem yang terintegrasi akan jauh lebih efektif dalam menangani ancaman berskala besar.

Baca Juga :  Mengapa Kita Meremehkan Diri Sendiri? Ini 5 Sebab Utama yang Perlu Anda Ketahui

“(NPS) akan jauh lebih mampu sebagai satu sistem keamanan nasional yang menangani kejahatan besar, kejahatan terorganisir, dan terorisme dalam segala bentuknya,” ungkap Basu.

Senada dengan Basu, Direktur Jenderal NCA Graeme Biggar mengakui bahwa struktur kepolisian saat ini sudah tertinggal zaman. “Kita membutuhkan satu badan penegak hukum nasional yang kuat… untuk menangani kejahatan terorganisir, penipuan, terorisme, dan ancaman internasional serta daring baru,” tuturnya.

Meski didukung penuh oleh Dewan Kepala Kepolisian Nasional dan Kepolisian Metropolitan, rencana ini tidak luput dari catatan kritis. Transformasi besar-besaran ini dikhawatirkan dapat merenggangkan hubungan antara penegak hukum dan komunitas lokal jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Baca Juga :  Terprovokasi Pendukung Lawan, Cawalkot Erwin Sebut Kalimat 'Paeh' Saat Sesi Debat Pamungkas Pilwakot Bandung

Analis kepolisian, Graham Wettone, mengingatkan pemerintah agar tidak hanya terpaku pada strategi tingkat tinggi, melainkan tetap mendengarkan suara mereka yang bekerja di lapangan.

“Semoga mereka telah berkonsultasi dengan sejumlah orang yang pernah melakukan pekerjaan itu, seperti petugas operasional dan detektif garis depan, detektif lapangan yang menyelidiki kejahatan, petugas polisi yang menanggapi panggilan,” ujar Wettone mengingatkan.

Kini, dengan pengumuman resmi tersebut, Inggris memulai taruhan besar untuk memodernisasi keamanannya. Tantangan terbesarnya adalah membuktikan bahwa “FBI Inggris” ini mampu menjadi pelindung warga di dunia digital yang tanpa batas, tanpa kehilangan sentuhan humanis pada pelayanan masyarakat di dunia nyata.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com