
NARASITODAY.COM, ACEH TIMUR – Sebuah operasi senyap yang berlangsung di kegelapan malam kawasan Alue Tho, Kecamatan Peureulak Timur, berhasil memutus rantai peredaran narkotika skala besar. Tim gabungan Bea Cukai dan Badan Narkotika Nasional (BNN RI) sukses mengamankan 100 kilogram sabu dalam operasi yang berlangsung pada 24-25 Januari 2026.
Penindakan ini menjadi pukulan telak bagi jaringan pengedar di awal tahun, sekaligus menyelamatkan ribuan nyawa dari ancaman barang haram tersebut.
Keberhasilan ini tidak datang tiba-tiba. Ketegangan dimulai sejak Rabu (21/01/2026), saat informasi intelijen mengenai masuknya barang haram via jalur laut diterima petugas. Selama hari-hari berikutnya, tim gabungan harus berjaga dalam senyap, memetakan titik rawan, dan mengawasi setiap pergerakan di perimeter pengawasan yang luas.
Puncaknya terjadi pada Sabtu malam. Di tengah rimbunnya perkebunan dan jalur tikus Aceh Timur, tim mengidentifikasi sebuah kendaraan mencurigakan yang diduga kuat membawa “pesanan” besar tersebut.
“Tim gabungan selanjutnya melakukan pemetaan titik-titik rawan yang diduga digunakan sebagai lokasi penimbunan serta mengidentifikasi jaringan pihak-pihak yang terlibat,” papar Direktur Interdiksi Narkotika Bea Cukai, R. Syarif Hidayat, dalam siaran pers, Rabu (28/1/2026).
Suasana mencekam terjadi saat petugas melakukan kegiatan pemeriksaan, pengejaran, dan penindakan (RPE). Kendaraan target tak berkutik saat dikepung petugas. Sang pengemudi, pria berinisial MZ, hanya bisa terdiam saat petugas membongkar isi kendaraannya.
Di dalam mobil tersebut, petugas menemukan lima goni berwarna kuning yang tampak biasa, namun isinya sangat mematikan: 100 bungkus sabu seberat 100 kilogram. Berdasarkan pengakuan MZ, ia hanyalah “kurir” yang bergerak di bawah perintah seseorang berinisial I.
“Pengungkapan ini menunjukkan pentingnya sinergi dan pertukaran informasi antarinstansi. Bea Cukai bersama BNN dan aparat terkait akan terus memperkuat pengawasan… guna menyelamatkan generasi bangsa,” tegas Syarif. Ia juga menambahkan, “Kami tidak berhenti pada satu pelaku. Pengembangan akan dilakukan hingga jaringan di atasnya dapat terungkap.”
Penangkapan ini bukan sekadar keberhasilan menyita barang bukti, melainkan sebuah peringatan akan munculnya kekuatan baru di dunia gelap narkotika. Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Bier Budi Kismulyano, melihat adanya pola yang mengkhawatirkan dari tangkapan kali ini.
“Dari jumlah barang bukti, jenis narkotika, jenis kemasan, dan pola jaringan yang terungkap, terlihat adanya ancaman lahirnya jaringan narkotika baru yang membahayakan masyarakat khususnya generasi muda,” ungkap Bier.
Saat ini, MZ beserta barang bukti telah dibawa ke Kantor BNNK Langsa. Sementara itu, tim gabungan masih berada di lapangan, menyisir jejak berinisial I dan jaringan besar di baliknya yang mencoba merusak masa depan Aceh.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













