Sering Disebut Maag, Ini Perbedaan GERD, Gastritis, dan Tukak Lambung

0
Ilustrasi sakit perut. Foto: dok Pinterest

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Keluhan seperti nyeri di bagian atas perut, dada terasa panas, atau mudah mual sering kali langsung disebut sebagai “maag”. Padahal, gejala tersebut bisa menandakan kondisi lain, seperti GERD, gastritis, atau tukak lambung. Meski tampak serupa, ketiganya memiliki penyebab serta penanganan yang berbeda.

Agar tidak keliru mengenali kondisi tubuh, penting untuk memahami perbedaan dari masing-masing gangguan pencernaan berikut ini.

Apa Itu GERD?

GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya otot katup antara lambung dan kerongkongan. Saat kambuh, GERD biasanya menimbulkan rasa panas di dada atau heartburn, terutama setelah makan atau ketika berbaring.

Gejala khas GERD antara lain:

Sensasi terbakar di dada

Rasa asam atau pahit di mulut

Mual setelah makan

Batuk berkepanjangan

Suara serak, terutama di pagi hari

Baca Juga :  Bye Jerawat Bandel! 5 Khasiat Sabun Probiotik yang Guncang Skincare

Apa Itu Tukak Lambung?

Tukak lambung merupakan luka terbuka yang terbentuk pada dinding lambung atau usus dua belas jari (duodenum). Mengacu pada Johns Hopkins Medicine, kondisi ini umumnya dipicu oleh infeksi bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dalam jangka panjang yang merusak lapisan pelindung lambung.

NSAID sendiri merupakan kelompok obat pereda nyeri dan peradangan, seperti ibuprofen, aspirin, naproxen, diklofenak, asam mefenamat, hingga piroxicam.

Gejala tukak lambung meliputi:

Nyeri perut seperti ditusuk atau terbakar

Nyeri yang memburuk saat perut kosong

Rasa perih yang berkurang setelah makan

Muntah darah atau buang air besar berwarna hitam pada kondisi berat

Apa Itu Gastritis?

Gastritis adalah peradangan pada dinding lambung yang dapat terjadi secara tiba-tiba (akut) maupun berlangsung lama (kronis). Menurut Cleveland Clinic, gastritis kerap disebabkan oleh infeksi H. pylori, konsumsi NSAID, alkohol, stres berlebihan, serta pola makan yang tidak teratur.

Baca Juga :  Ketahui Kandungan Gizi Ikan Kerapu dan Manfaatnya untuk Kehidupan Sehat

Gejala gastritis umumnya berupa:

Nyeri di ulu hati

Perut kembung atau cepat merasa kenyang

Mual dan muntah

Nafsu makan menurun

Perut terasa penuh meski makan sedikit

Perbedaan GERD, Gastritis, dan Tukak Lambung

Secara garis besar, ketiga kondisi ini berbeda. GERD terjadi akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan, gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung, sedangkan tukak lambung ditandai dengan adanya luka terbuka di lambung atau usus dua belas jari.

Dokter Tirta dalam kanal YouTube VINDES menjelaskan bahwa gangguan-gangguan ini juga memiliki tingkat keparahan yang berbeda.

“Awalnya bisa dispepsia atau perut kembung. Lalu berkembang menjadi GERD karena refluks asam lambung. Kalau tidak ditangani dengan baik, kerongkongan bisa rusak dan terbakar,” jelasnya.

“Jika berlanjut, bisa terjadi radang atau tukak lambung akibat infeksi bakteri Helicobacter. Itu sudah masuk kondisi yang lebih serius,” tambahnya.

Baca Juga :  Ini 5 Poin Penting yang Harus Kamu Perhatikan Sebelum Membeli Vitamin Gummy

Cara Mencegah dan Meredakan Keluhan Lambung

Untuk menjaga kesehatan lambung, beberapa langkah sederhana berikut bisa diterapkan:

  1. Makan dalam porsi kecil namun lebih sering agar lambung tidak bekerja terlalu berat.

  2. Hindari makanan dan minuman pemicu, seperti kopi, alkohol, makanan pedas, dan gorengan.

  3. Jangan langsung berbaring setelah makan, beri jeda beberapa jam.

  4. Kelola stres dengan baik karena stres berpengaruh pada kesehatan lambung.

  5. Batasi penggunaan obat antiinflamasi, terutama tanpa pengawasan dokter, karena dapat mengiritasi lambung.

Hindari Self-Diagnose

Karena gejala gangguan lambung sering kali mirip, menebak sendiri penyebabnya bisa berisiko. Self-diagnose tanpa pemeriksaan medis dapat menyebabkan penanganan yang tidak tepat.

Jika keluhan lambung terasa berat, sering kambuh, atau mengganggu aktivitas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : insertlive.com