NARASITODAY.COM – Risiko kanker tidak hanya dipengaruhi oleh gaya hidup dan faktor genetik, tetapi juga dapat berkaitan erat dengan jenis pekerjaan yang dijalani seseorang. Paparan zat kimia berbahaya, radiasi, hingga lingkungan kerja yang tidak sehat membuat beberapa profesi memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit mematikan ini.
Para pakar kesehatan kerja menegaskan, risiko tersebut sebenarnya bisa ditekan melalui perlindungan yang tepat, regulasi ketat, serta kesadaran pekerja. Berikut lima profesi yang diketahui memiliki risiko kanker lebih tinggi, beserta penyebab utamanya.
1. Pekerja Industri Kimia

Pekerja di pabrik kimia sering terpapar zat berbahaya seperti benzena, formaldehida, dan pestisida. Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia ini dikaitkan dengan kanker darah (leukemia), kanker hati, hingga kanker paru-paru. Risiko meningkat jika standar keselamatan kerja tidak diterapkan secara maksimal.
2. Penambang dan Pekerja Tambang

Profesi ini memiliki risiko tinggi akibat paparan debu mineral, termasuk asbestos dan radon. Zat-zat tersebut dikenal sebagai pemicu kanker paru-paru. Selain itu, lingkungan kerja yang tertutup dan minim ventilasi memperbesar potensi bahaya bagi kesehatan jangka panjang.
3. Tenaga Medis yang Terpapar Radiasi

Radiografer, teknisi radiologi, dan tenaga medis yang sering bekerja dengan sinar-X atau radiasi lainnya memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker jika paparan tidak dikontrol dengan baik. Meski alat pelindung tersedia, kelalaian atau penggunaan yang tidak optimal dapat meningkatkan risiko kanker tiroid dan leukemia.
4. Petani dan Pekerja Pertanian

Penggunaan pestisida dan herbisida dalam jangka panjang menjadi ancaman serius bagi petani. Beberapa bahan kimia pertanian dikaitkan dengan kanker kulit, kanker darah, dan gangguan sistem saraf. Minimnya alat pelindung diri sering menjadi faktor utama tingginya risiko ini.
5. Pekerja Konstruksi

Pekerja konstruksi berpotensi terpapar asbestos, asap las, dan bahan bangunan berbahaya lainnya. Paparan ini dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru dan mesothelioma. Selain itu, paparan sinar matahari berlebih juga membuat pekerja lapangan rentan terhadap kanker kulit.
Meski risiko kanker pada profesi tertentu cukup tinggi, bukan berarti tidak bisa dicegah. Penggunaan alat pelindung diri (APD), pemeriksaan kesehatan rutin, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja menjadi langkah krusial. Edukasi dan pengawasan dari perusahaan serta pemerintah juga memegang peran penting dalam melindungi para pekerja.
Kesadaran akan risiko ini diharapkan mendorong semua pihak untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, karena kesehatan pekerja adalah investasi jangka panjang yang tak ternilai.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














