China Tegaskan Dukung Kuba di Tengah Krisis Energi Akibat Tekanan AS

0
China
Ilustrasi menggabungkan bendera Kuba dan China.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BEIJING — Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri pada Selasa (10/2/2026) menyatakan dukungannya terhadap Kuba yang sedang menghadapi krisis energi akibat blokade ekonomi dari Amerika Serikat.

Dalam situasi yang semakin genting, Beijing menegaskan bahwa hingga saat ini mereka belum menerima laporan mengenai warga negaranya yang telantar di Kuba akibat pembatalan penerbangan dan kelangkaan bahan bakar jet di negara tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyampaikan posisi resmi pemerintah dalam sebuah konferensi pers rutin. Ia menegaskan bahwa China tetap mendukung penuh kedaulatan dan keamanan nasional Kuba, serta menentang campur tangan asing.

Baca Juga :  STY Klarifikasi Ketidakhadiran Tiga Pemain Kunci di Timnas Indonesia Jelang Pertandingan

China dengan teguh mendukung Kuba dalam menjaga kedaulatan dan keamanan nasionalnya, serta menentang campur tangan asing. Kami akan selalu memberikan dukungan dan bantuan kepada pihak Kuba sesuai dengan kemampuan terbaik kami,” ujar Lin dikutip Reuters.

Situasi di Kuba saat ini berada di titik nadir setelah Washington memperketat tekanan ekonomi melalui perintah eksekutif Presiden Donald Trump. Langkah ini mengancam tarif bagi negara-negara pemasok minyak ke Havana, menyusul penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro yang menyebabkan terhentinya pasokan energi utama ke pulau itu. Akibatnya, kekhawatiran akan kegelapan total dan lumpuhnya pembangkit listrik semakin meningkat.

Baca Juga :  Helikopter Dikerahkan untuk Evakuasi di Desa Terisolasi Meksiko Akibat Jembatan Ambruk

Pemerintah Kuba sendiri menuduh Washington berupaya keras mencekik perekonomiannya melalui kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik yang kini jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dalam situasi yang penuh tekanan ini, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menyatakan bahwa negaranya tetap membuka pintu dialog dengan Amerika Serikat, tetapi tidak di bawah tekanan.

Kuba bersedia untuk mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat, tetapi tidak di bawah tekanan,” tegas Diaz-Canel.

Baca Juga :  Tekanan AS ke Maduro Meningkat, Kapal Induk dan Pasukan Karibia Siap Beraksi

Selain China, Rusia juga telah menawarkan bantuan kepada Havana. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut langkah-langkah yang diterapkan Washington sebagai tindakan “mencekik” dan menyatakan bahwa Moskow sedang mendiskusikan solusi yang memungkinkan untuk membantu Kuba.

“Situasinya benar-benar kritis di Kuba. Langkah-langkah mencekik yang diterapkan oleh Amerika Serikat menyebabkan banyak kesulitan bagi negara tersebut. Kami sedang mendiskusikan solusi yang memungkinkan dengan teman-teman Kuba kami, setidaknya untuk memberikan bantuan apa pun yang kami bisa,” ujar Peskov.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com