
NARASITODAY.COM, MAKASAR – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) sekaligus Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional, Prof. Zudan, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 bukan sekadar ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga instrumen pembinaan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hal tersebut disampaikan Prof. Zudan saat menghadiri launching dan sosialisasi MTQ VIII KORPRI 2026, Sabtu (14/2/2026), di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Dalam sambutannya, ia menekankan tiga pilar utama pelaksanaan MTQ KORPRI, yakni persaudaraan, kolaborasi, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Mengusung tema “ASN Berakhlak Mulia, Indonesia Tangguh”, kegiatan ini dinilai berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif.
“Kegiatan ini mempertemukan ASN dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam satu forum yang memperkuat solidaritas serta komunikasi lintas instansi. Interaksi antarpegawai dan pimpinan dari berbagai daerah dapat meningkatkan koordinasi, mempercepat implementasi kebijakan, serta memperbaiki kualitas pelayanan publik,” ujar Prof. Zudan.
Ia juga menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an seperti kejujuran, amanah, disiplin, dan keadilan dalam pelaksanaan tugas ASN.
Menurutnya, penguatan sistem birokrasi harus berjalan beriringan dengan penguatan integritas individu guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Prof. Zudan berharap MTQ VIII KORPRI 2026 mampu melahirkan ASN yang unggul secara kompetensi, kuat dalam kolaborasi, serta memiliki integritas moral yang tinggi.
MTQ VIII KORPRI 2026 akan melibatkan kafilah dari 38 provinsi serta perwakilan kementerian dan lembaga di seluruh Indonesia.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Provinsi Sulawesi Selatan dengan lokasi utama di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep.
Editor : Andreas













