NARASITODAY.COM, BOGOR – Keceriaan warga yang tengah menikmati perjalanan dengan kendaraan wisata atau odong-odong berubah menjadi kepanikan. Sebuah mobil odong-odong yang mengangkut sekitar 20 penumpang kehilangan tenaga saat melintasi tanjakan terjal di kawasan Mekarsari, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, hingga akhirnya terguling ke perkebunan warga.
Insiden dramatis yang terjadi pada Senin (16/2/2026) siang ini menambah daftar panjang risiko keamanan kendaraan modifikasi di jalanan berbukit. Beruntung, meski kendaraan sempat terbalik miring, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa bermula saat kendaraan bernomor polisi B-9764-NUF tersebut melaju dari arah Rumpin menuju Parung Panjang. Jalanan Tarogong-Mekarsari yang dikenal memiliki kontur menikung dan menanjak tajam menjadi ujian berat bagi kendaraan yang sarat muatan itu.
Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rahman, menjelaskan kronologi saat mesin kendaraan mulai menyerah pada gravitasi.
“Setibanya di TKP, saat melintasi jalan menikung ke kiri dan menanjak, kemudian kendaraan tidak kuat menanjak, sehingga bergerak mundur ke belakang ke sebelah kanan,” kata Ares kepada wartawan, Selasa (17/2/2026).
Tanpa kendali, kendaraan itu terus meluncur mundur hingga keluar dari badan jalan. “Lalu kendaraan keluar jalur jalan dan masuk ke kebun di sebelah kiri jalan, dengan posisi akhir terbalik miring ke kanan, roda depan dan roda belakang sebelah kiri berada di atas,” imbuhnya.
Evakuasi Mandiri oleh Warga
Sesaat setelah kejadian, suasana di lokasi riuh oleh upaya penyelamatan. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung bergerak cepat membantu para penumpang yang terjebak di dalam kendaraan yang terbalik.
Ketika pihak kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), lokasi sudah dalam keadaan bersih karena solidaritas warga setempat yang sigap melakukan evakuasi mandiri.
“Ketika anggota Unit Gakkum Parung tiba di lokasi, kendaraan dan korban sudah nihil, keterangan dari saksi sudah dievakuasi. Hasil keterangan korban berjumlah tiga orang luka ringan,” kata Ares.
Tiga penumpang yang mengalami luka ringan segera mendapatkan perawatan medis. Meskipun luka yang diderita tidak tergolong berat, insiden ini menjadi peringatan keras bagi pengelola kendaraan wisata mengenai kelaikan jalan dan kapasitas muatan, terutama saat melintasi jalur rawan di wilayah Bogor.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus mendalami kelengkapan surat-surat dan kondisi teknis kendaraan tersebut untuk memastikan penyebab pasti kegagalan menanjak yang hampir berujung tragedi itu.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














