NARASITODAY.COM, JAKARTA – Memasuki bulan Ramadan, pola hidup umat Muslim ikut berubah. Waktu makan yang terbatas serta aktivitas harian yang tetap padat membuat tubuh perlu beradaptasi agar puasa bisa dijalani dengan nyaman dan penuh semangat.
Menjaga kondisi tubuh selama berpuasa sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Salah satunya dengan mengatur pola makan sejak sahur. Konsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur membantu rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga tubuh tidak mudah lemas di siang hari. Sebaliknya, makanan berminyak sebaiknya dibatasi karena dapat memicu rasa kantuk dan membuat tubuh terasa lebih berat.
Saat berbuka puasa, kebiasaan makan berlebihan juga perlu dihindari. Tubuh yang seharian kosong membutuhkan asupan secara bertahap. Memulai berbuka dengan air putih dan makanan manis secukupnya membantu mengembalikan energi tanpa membuat sistem pencernaan bekerja terlalu keras.
Selain pola makan, aktivitas fisik juga tetap penting selama Ramadan. Olahraga ringan bisa menjadi pilihan agar tubuh tetap bugar. Waktunya pun bisa disesuaikan, misalnya setelah berbuka puasa atau menjelang sahur. Aktivitas seperti jalan kaki, stretching, atau yoga dinilai cukup aman dilakukan saat berpuasa.
Kebutuhan cairan tubuh juga tak boleh diabaikan. Meski waktu minum terbatas, asupan air putih tetap harus terpenuhi antara waktu berbuka hingga sahur. Minum secara bertahap membantu tubuh terhindar dari dehidrasi dan keluhan seperti sakit kepala atau mudah lelah.
Tak kalah penting, menjaga hubungan baik dengan orang terdekat selama Ramadan juga berdampak positif bagi kesehatan mental. Silaturahmi dan interaksi sosial yang hangat dapat membantu mengurangi stres dan membuat suasana hati lebih stabil, sehingga puasa terasa lebih ringan.
Dengan kebiasaan yang seimbang, Ramadan bukan hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga kesempatan untuk merawat kesehatan tubuh dan pikiran secara menyeluruh. (MG3)
Editor : Mutiara
Sumber : idntimes.com













