Longsor Pagi Hari di Campaka, Akses Sempat Terputus, Warga Bergerak Cepat Buka Jalur

0
Petugas kepolisian meninjau lokasi tanah longsor di Kampung Sarongge, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Rabu (29/04/2026). Longsor yang dipicu hujan deras tersebut menyebabkan material tanah menutup sebagian akses jalan warga.

NARASITODAY.COM, CIANJUR Aktivitas pagi warga Kampung Sarongge, RT 06 RW 07, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, mendadak berubah ketika tanah tebing setinggi sekitar 10 meter ambrol dan menutup akses jalan, Rabu (29/04/2026).

Peristiwa yang diduga dipicu curah hujan tinggi itu terjadi dalam rentang waktu singkat, sekitar pukul 07.30 hingga 08.00 WIB. Sebelum kejadian, kondisi wilayah masih terpantau normal.

Kepala Desa Sukajadi, Iqbal Eka Dirmansyah, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan warga, longsor terjadi tak lama setelah aktivitas pagi dimulai.

Baca Juga :  Orang Lain Mencampuri Urusanmu? 5 Tip untuk Menghindarinya Tanpa Berpura-Pura

“Ada warga yang mengantar anaknya sekolah pukul 07.00 WIB, saat itu belum terjadi apa-apa. Bahkan ketika pulang, kondisi masih aman. Jadi diperkirakan longsor terjadi setelah itu,” jelasnya.

Material tanah dengan lebar sekitar 20 meter langsung menutup akses jalan utama di lokasi. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Tidak ditemukan pula warga yang hilang atau harus mengungsi.

Respon cepat dilakukan oleh aparat desa bersama warga. Secara gotong royong, mereka langsung membuka jalur darurat untuk memungkinkan proses evakuasi material longsoran.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Gairahkan Literasi Anak, Gelar Ajang Duta Pustaka Cilik Tingkat Jawa Barat 2026

“Barusan jalan sudah berhasil dibuka untuk evakuasi awal,” kata Iqbal.

Selain faktor hujan deras, kondisi struktur tanah juga diduga menjadi pemicu. Bagian bawah tebing disebut telah mengalami penurunan atau amblas sebelumnya, sehingga memperbesar risiko longsor saat diguyur hujan.

Penanganan di lapangan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah kecamatan, kepolisian sektor Campaka, Satpol PP, hingga relawan kebencanaan seperti Retana dan Tagana. Ketua RT/RW serta masyarakat setempat turut terlibat aktif dalam proses penanganan.

Baca Juga :  5 Bahaya Migrain yang Perlu Diketahui untuk Cegah Komplikasi

Meski akses sementara telah terbuka, kebutuhan akan alat berat menjadi hal mendesak untuk mempercepat pembersihan material dalam skala lebih besar.

Hingga saat ini, proses penanganan masih terus berlangsung dengan mengandalkan kerja sama antarwarga dan aparat. Evaluasi lanjutan juga dilakukan guna mengantisipasi potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil pascahujan deras.***