Pemuda di Bogor Barat Tambal Jalan Nasional, Pemerintah Lagi Puasa Perbaikan?

0
Pemuda di Bogor Barat
Sejumlah pemuda menambal jalan berlubang di ruas Jalan Raya Nasional Jasinga–Cigudeg, tepat di persimpangan menuju Jl. Raya Bunar, Kabupaten Bogor. Aksi swadaya tersebut dilakukan di tengah arus lalu lintas yang tetap berjalan, sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

NARASITODAY.COM, BOGOR – Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah dimaknai dengan cara yang tak biasa oleh sejumlah pemuda di wilayah Bogor bagian Barat, Kabupaten Bogor.

Di saat sebagian orang berburu takjil, mereka justru berburu puluhan lubang di ruas Jalan Raya Nasional Jasinga-Cigudeg.

Bukan untuk difoto lalu diunggah ke media sosial, melainkan langsung ditambal.

Bersenjatakan sekop, cangkul, dan adukan seadanya, para pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Bogor Barat bersama unsur KNPI, Karang Taruna, jurnalis, hingga pegiat lingkungan turun ke jalan.

Targetnya jelas, menutup lubang yang sudah lama menginap di badan jalan nasional tersebut.

“Daripada lubangnya makin betah, ya kita usir saja pakai tambalan,” celetuk salah satu peserta aksi di lokasi, setengah berseloroh.

Baca Juga :  Karang Taruna Cigudeg Gelar PKD, Dorong Pemuda Jadi Penggerak Desa

Ruas Jalan Raya Jasinga-Cigudeg dikenal sebagai jalur vital ekonomi dan sosial warga. Setiap hari dilintasi kendaraan roda dua hingga truk angkutan barang.

Namun kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air kerap membuat pengendara harus bermanuver bak pembalap profesional bedanya, ini tanpa hadiah.

Secara aturan, perbaikan jalan nasional merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), sebagaimana diatur dalam UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Namun di lapangan, yang terlihat justru pemuda dengan sandal jepit dan semangat gotong royong.

Baca Juga :  Optimisme Tinggi Kluivert: Target Empat Poin dari Duel Lawan Australia dan Bahrain di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Ramadhan Menambal Jalan, Menambal Harapan Dery, Dede, dan Dindin tiga pemuda yang menggagas aksi ini mengatakan kegiatan tersebut murni bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan.

“Semoga dengan adanya aksi kepedulian ini pemerintah segera hadir, sehingga terbangun kepercayaan rakyat. Pajak yang setiap hari dibayarkan warga seharusnya kembali dalam bentuk fasilitas publik yang layak, salah satunya jalan akses yang diperhalus,” ujar mereka kompak.

Nada mereka serius, tapi aksi yang dilakukan tetap dibalut suasana santai khas anak muda.

Sesekali terdengar tawa ketika adukan tambalan terlalu encer atau sekop dipinjam bergantian.

Negara Absen atau Lagi OTW?
Aksi tambal jalan ini pun menjadi sindiran halus atau mungkin cukup tebal bahwa ketika lubang dibiarkan terlalu lama, warga bisa kehilangan kesabaran.

Baca Juga :  Kylian Mbappe Cetak Dua Gol, Bawa Real Madrid Kembali ke Puncak Klasemen La Liga

Bukan untuk marah, tapi untuk bergerak sendiri.
Alih-alih demo besar-besaran, mereka memilih demo dengan sekop.

Alih-alih orasi panjang, mereka memilih adukan semen. Pesan yang ingin disampaikan sederhana keselamatan pengguna jalan tidak bisa menunggu terlalu lama.

Kini warga berharap aksi ini tak hanya menjadi konten viral musiman Ramadhan, melainkan pemantik respons cepat dari pihak berwenang untuk melakukan perbaikan menyeluruh dan permanen.

Sebab jika rakyat sudah turun tangan menambal jalan nasional, mungkin yang perlu ditambal berikutnya adalah komunikasi antara rakyat dan pemerintah.***

Wartawan : Andreas