NARASITODAY.COM, JAKARTA – Gorengan kerap menjadi pilihan favorit saat azan Magrib berkumandang, terlebih setelah seharian menahan lapar dan haus. Aroma bakwan, risoles, hingga tahu isi yang masih hangat dan renyah memang sulit ditolak. Meski begitu, di balik kelezatannya, muncul kekhawatiran soal kandungan minyak, kalori tinggi, serta dampaknya terhadap kesehatan.
Lantas, apakah gorengan harus sepenuhnya dihindari saat buka puasa? Tidak juga. Kamu tetap bisa menikmatinya tanpa rasa bersalah selama tahu batas dan cara menyiasatinya. Berikut lima tips aman mengonsumsi gorengan saat berbuka agar tetap nikmat tanpa mengorbankan kesehatan.
1. Kendalikan porsi, jangan jadi menu utama
Menahan diri adalah kunci. Setelah berpuasa seharian, tubuh memang memerlukan energi, tetapi bukan berarti harus langsung menyantap banyak gorengan. Cukup satu atau dua potong sebagai pembuka sebelum melanjutkan ke hidangan utama yang lebih bernutrisi.
Jika dikonsumsi berlebihan, gorengan bisa membuat perut terasa penuh, begah, dan kurang nyaman. Kandungan minyaknya yang tinggi juga berpotensi menambah asupan kalori secara signifikan.
2. Pastikan digoreng dengan minyak bersih
Kualitas minyak sangat memengaruhi dampak gorengan bagi tubuh. Minyak yang digunakan berulang kali dapat mengalami oksidasi dan menghasilkan zat kurang baik. Pilih gorengan yang dimasak dengan minyak jernih dan tidak kehitaman.
Minyak yang sudah gelap biasanya menandakan pemakaian berulang dalam suhu tinggi, yang dapat meningkatkan risiko kolesterol jahat. Lebih cermat memilih penjual bisa menjadi langkah sederhana menjaga kesehatan.
3. Lengkapi dengan serat dan air putih
Jangan jadikan gorengan satu-satunya santapan saat berbuka. Tambahkan buah, sayur, atau makanan tinggi serat untuk membantu sistem pencernaan bekerja lebih optimal. Serat juga membantu mengurangi rasa enek akibat makanan berminyak.
Selain itu, cukupi kebutuhan cairan dengan air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Hindari konsumsi minuman manis secara berlebihan karena dapat menambah kalori harian.
4. Perhatikan waktu dan cara makan
Awali berbuka dengan porsi kecil dan makan secara perlahan. Mengunyah dengan baik membantu lambung beradaptasi setelah seharian kosong. Hindari makan dalam jumlah besar sekaligus karena bisa memicu gangguan pencernaan.
Beri jeda sebelum menyantap makanan utama agar tubuh menyesuaikan diri dan kamu lebih mudah mengontrol keinginan menambah gorengan.
5. Pilih alternatif yang lebih sehat
Kini tersedia pilihan gorengan yang lebih ramah tubuh, seperti yang dimasak menggunakan air fryer atau tepung gandum utuh. Cara ini dapat mengurangi penggunaan minyak tanpa menghilangkan kerenyahannya.
Membuat sendiri di rumah juga memberi kontrol lebih terhadap bahan dan kualitas minyak. Tambahkan lebih banyak sayuran agar kandungan gizinya meningkat.
Pada akhirnya, gorengan tidak harus sepenuhnya dihindari saat buka puasa. Dengan porsi yang bijak dan cara konsumsi yang tepat, kamu tetap bisa menikmati takjil favorit tanpa mengabaikan kesehatan. Jadi, siap berbuka dengan lebih cerdas dan tetap menikmati kelezatan gorengan? (MG5)
Editor : Nathania
Sumber : idntimes.com













