NARASITODAY.COM, MANCHESTER – Sebuah momen langka dan penuh makna terjadi di markas Manchester United, Stadion Old Trafford, saat azan berkumandang untuk pertama kalinya di stadion bersejarah tersebut.
Video pengumandangan azan oleh seorang qari asal Inggris, Ibrahim Idris atau dikenal Ibi Idris, viral di media sosial pada Rabu (25/2/2026) dini hari WIB, menyentuh hati para penggemar dan netizen.
Dalam video tersebut, Ibi Idris mengumandangkan azan Magrib secara khusyuk, menandai momen bersejarah yang sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan antarsuporter Muslim klub berjuluk Setan Merah. Kehadiran Ibi Idris, yang dikenal sebagai qari terkenal di Inggris, menjadi sorotan utama dalam kegiatan ini.
“Kandang ‘setan’ diazanin,” tulis seorang netizen berkelakar, mengekspresikan kekaguman sekaligus keheranan atas kehadiran azan di stadion ikonik tersebut. Ada pula yang berkomentar, “Rahasia di balik keganasan King MU,” dan “Fiks tahun ini Manchester United juara Liga Inggris,” menunjukkan optimisme dan kebanggaan dari para pendukung.
Selain mengumandangkan azan, Ibi Idris juga membacakan ayat-ayat suci Alquran dan menjadi imam salat Magrib berjamaah. Momentum ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan di bulan Ramadan, sekaligus melestarikan tradisi berbuka puasa bersama yang sudah berlangsung sejak musim Ramadan sebelumnya.
Suasana penuh kekeluargaan dan keberkahan
Acara buka bersama ini dihadiri oleh para suporter Muslim Manchester United yang hadir dengan penuh kehangatan dan kekompakan. Kehadiran Ibi Idris, yang turut serta memimpin salat dan membacakan ayat suci, menjadi simbol keberkahan dan semangat kebersamaan dalam menjalankan ibadah di tengah suasana olahraga yang penuh semangat kompetisi.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa di balik gemerlap dunia sepak bola, nilai-nilai spiritual dan kebersamaan tetap menjadi bagian penting yang menyatukan seluruh elemen, termasuk para penggemar setia Manchester United yang mayoritas Muslim. Momen ini menjadi inspirasi bahwa keberagaman dan toleransi dapat tumbuh dan berkembang di tengah lapangan maupun di luar lapangan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














