Jangan Anggap Sepele, Ini Sinyal Awal Tekanan Darah Tinggi

0
Ilustrasi darah tinggi ketika di tensi. Foto: dok Pinterest

NARASITODAY.COM, JAKARTA Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menunjukkan gejala jelas hingga komplikasi berat terjadi. Banyak orang merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal angka tekanan darah sudah berada di level berisiko. Inilah sebabnya penting untuk lebih peka terhadap tanda-tanda halus yang sering terabaikan.

Kepala Kardiologi Marengo Asia Hospital, Dr. Sanjeev Chaudhary, menjelaskan bahwa sebagian besar penderita hipertensi tidak merasakan keluhan spesifik. Namun, ada beberapa gejala ringan yang patut dicermati.

Sakit kepala berulang di pagi hari, khususnya di bagian belakang kepala, bisa menjadi indikasi tekanan darah yang tidak terkontrol. Rasa lelah tanpa sebab yang jelas, napas terasa pendek saat beraktivitas ringan, hingga sensasi berat di dada juga tidak boleh dianggap sepele. Selain itu, pusing, pandangan kabur, kilatan cahaya, bahkan mimisan berulang dalam kasus tekanan darah sangat tinggi bisa menjadi tanda adanya tekanan berlebih pada pembuluh darah.

Baca Juga :  Menghilangkan Cicak dengan Lebih Mudah 5 Tanaman Wangi yang Bisa Anda Tanam Sendiri

Ia menambahkan, kaki bengkak, jantung tiba-tiba berdebar, atau menurunnya kemampuan melakukan aktivitas fisik dapat mencerminkan dampak hipertensi terhadap jantung. Tak jarang, kondisi ini baru diketahui saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin.

Menurutnya, pemeriksaan tekanan darah secara berkala sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang berusia di atas 30 tahun, memiliki diabetes, obesitas, gangguan ginjal, atau riwayat keluarga dengan hipertensi. Deteksi sejak dini dapat mencegah komplikasi serius seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, hingga kebutaan.

Pandangan serupa disampaikan Dr. Surendra Nath Khanna, Kepala Adult Cardiac Surgery & Heart-Lung Transplant di Artemis Hospitals. Ia menegaskan bahwa hipertensi dapat merusak organ vital seperti jantung, otak, dan ginjal secara perlahan tanpa disadari.

Gejala seperti sakit kepala pagi hari di belakang kepala, cepat lelah, sesak saat aktivitas ringan, dada terasa tertekan, hingga gangguan penglihatan akibat dampak pada pembuluh darah mata, merupakan tanda yang sering ditemui. Mimisan juga dapat muncul jika tekanan darah tidak terkontrol.

Baca Juga :  Peringati HKN, RSUD R. Moh Noh Nur Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Stroke dan Hipertensi

Sementara itu, Dr. Ashish Kumar, Senior Cardiologist di Amrita Hospital, Faridabad, menyebut hipertensi bekerja secara diam-diam dalam jangka panjang. Saat seseorang menjalani aktivitas harian, tekanan darah tinggi perlahan menyebabkan arteri mengeras dan jantung menebalkan ototnya untuk beradaptasi.

Ia menekankan bahwa bahaya hipertensi bukan hanya risiko kematian mendadak, tetapi kerusakan bertahap yang terjadi sebelum muncul serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal. Beberapa tanda yang sering ditemukan dokter antara lain:

  1. Sakit kepala tipe tekanan saat bangun tidur
    Rasa berat atau seperti terikat di kepala, terutama di bagian belakang, akibat lonjakan tekanan darah di pagi hari.

  2. Kelelahan berlebihan
    Jantung yang dipaksa bekerja lebih keras dapat menyebabkan penebalan dinding jantung sehingga tubuh cepat kehabisan energi.

  3. Sesak napas saat aktivitas ringan
    Hipertensi jangka panjang membuat otot jantung kaku sehingga napas terasa berat meski hanya melakukan aktivitas sederhana.

  4. Gangguan penglihatan atau mata terasa tegang
    Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di retina.

  5. Detak jantung terasa kuat saat beristirahat
    Kekakuan pembuluh darah membuat denyut nadi terasa lebih kuat, terutama saat malam hari.

  6. Mimisan atau wajah sering memerah
    Meski tidak umum, kondisi ini bisa terjadi pada tekanan darah yang sangat tinggi.

  7. Penurunan stamina secara bertahap
    Elastisitas pembuluh darah yang menurun akibat hipertensi dapat membuat kemampuan fisik melemah perlahan.

Baca Juga :  Demi Keamanan Bayi, Nestle Tarik Produk Susu di Puluhan Negara

Para ahli sepakat, hipertensi sering kali datang tanpa gejala mencolok. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah rutin tetap menjadi langkah paling efektif untuk mendeteksi dini dan mencegah dampak serius di masa mendatang. (MG5)

Editor : Nathania

Sumber : tabloidbintang.com