NARASITODAY.COM, JAKARTA – Nestle mengambil langkah antisipatif dengan menarik sejumlah produk susu bayi dari peredaran di hampir 50 negara. Kebijakan ini dilakukan menyusul temuan potensi kontaminasi bahan berbahaya yang dikhawatirkan dapat berdampak pada kesehatan bayi.
Penarikan produk yang mencakup merek SMA, BEBA, dan NAN ini telah dimulai sejak Desember 2025 dan menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Eropa, Amerika, hingga Asia dan Timur Tengah. Meski belum ada laporan resmi mengenai kasus kesehatan akibat produk tersebut, Nestle menegaskan langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian.
Kontaminasi yang dimaksud berkaitan dengan toksin cereulide, senyawa berbahaya yang dihasilkan oleh bakteri Bacillus cereus. Toksin ini dikenal sulit dihancurkan, bahkan melalui proses pemanasan, sehingga berpotensi memicu gangguan pencernaan serius pada bayi, seperti muntah, diare, dan nyeri perut.
Dalam pernyataan resminya, Nestle menyebut sumber masalah berasal dari salah satu bahan baku yang dipasok mitra mereka. Perusahaan menegaskan bahwa keamanan pangan dan kesejahteraan konsumen, khususnya bayi, tetap menjadi prioritas utama.
Langkah penarikan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap produk pangan bayi di seluruh rantai produksi, guna memastikan keamanan sebelum sampai ke tangan konsumen. (MG3)Â
Editor : Mutiara
Sumber : detikHealth














