Warga China Tewas dalam Serangan AS-Israel ke Iran, Beijing Peringatkan Warganya

0
China
Presiden China, Xi Jinping.Foto : garapmedia.com

NARASITODAY.COM, BEIJING – Asap konflik yang membubung di Teheran tidak hanya membawa dampak geopolitik, tetapi juga kesedihan yang mendalam bagi warga sipil yang terjebak dalam lintasan senjata. Di tengah operasi militer yang mengguncang dunia, seorang warga negara China dilaporkan tewas, menambah dimensi kemanusiaan yang rumit dalam ketegangan yang kian meruncing di Timur Tengah.

Kementerian Luar Negeri China mengonfirmasi kematian warganya tersebut dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada Senin (2/3/2026). Pemerintah Beijing menyatakan telah menginstruksikan Kedutaan Besar Tiongkok di Iran untuk segera memberikan bantuan kepada individu yang terlibat serta keluarga korban.

Baca Juga :  Spanyol Bertekad Bangun Masa Depan Palestina, Siap Kirim Pasukan Penjaga Perdamaian

Meskipun detail mengenai identitas korban maupun kronologi spesifik insiden tersebut tidak dirinci oleh pihak berwenang, langkah evakuasi sudah dijalankan. Sebelumnya, Beijing sudah memperingatkan warganya untuk menunda perjalanan ke Iran “mengingat situasi keamanan saat ini”.

Menurut laporan AFP, skala evakuasi tampak signifikan. “Lebih dari 3.000 warga negara Tiongkok telah meninggalkan Iran hingga Senin,” muat laporan tersebut.

Baca Juga :  Misionaris China Dong Yanmei Ditahan 1 Tahun Tanpa Sidang

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, China menggunakan momen ini untuk menyerukan de-eskalasi secara diplomatik. Beijing mendesak gencatan senjata dan pembicaraan diplomatik sebagai jalan keluar dari konflik yang telah memasuki hari ketiga.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menekankan urgensi penghentian kekerasan dalam konferensi persnya.

“Tugas yang paling mendesak adalah penghentian segera operasi militer dan mencegah penyebaran dan meluasnya konflik,” tegas Mao Ning.

Ia menambahkan pentingnya pendekatan damai, “Mendesak penyelesaian melalui dialog dan negosiasi.”

Baca Juga :  Prilly Latuconsina Resmi Bergabung sebagai Dosen, Harap Berikan Dampak Positif bagi Mahasiswa

Tragedi kematian warga China ini terjadi dalam rangkaian serangan dahsyat yang sebelumnya menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Akibatnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) telah bersumpah untuk melancarkan operasi “paling ganas” dalam sejarah terhadap Israel dan pangkalan AS di negara-negara Teluk.

Ketegangan memang sudah merambat naik, dengan ledakan keras yang terdengar hingga ke Doha, Dubai, dan Manama selama akhir pekan, menandakan luasnya dampak serangan mematikan Iran tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com