Data Tumpang Tindih, 395 Pekerja Tambang di Rengasjajar Belum Terima Kompensasi

0
Demo buruh
Sejumlah buruh tambang berunjuk rasa di halaman Kantor Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Rabu (4/3/2026). Mereka menuntut transparansi dan pendataan ulang penerima bantuan kompensasi dampak penutupan tambang yang dinilai belum tepat sasaran. Foto : Ist

NARASITODAY.COM, BOGOR – Buruh tambang yang terdampak penutupan tambang di Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, kembali melakukan unjuk rasa di halaman Kantor Desa Rengasjajar, pada Rabu (04/03/26).

Aksi tersebut dilakukan para pekerja tambang yang terdampak akibat penutupan tambang sementara oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Namun para pekerja tambang tidak mendapatkan kompensasi dan bahkan adanya tebang pilih bantuan.

“Kita sebagai karyawan mempertanyakan kenapa tidak dapat, banyak tidak tepat sasaran,” ungkap salah satu karyawan yang terdampak, Farhan.

Menurutnya transparasi penuh dalam proses pendataan dan penetapan penerima bantuan kompensasi tidak optimal serta tidak merata.

“Yang kedua menuntut klarifikasi dan pertanggung jawaban kades dan perangkat terkait atas tidak masuknya sejumlah warga dan karyawan yang jelas jelas terdampak secara ekonomi akibat penutupan tambang,” katanya.

Baca Juga :  Dishub Bogor Pastikan Mudik Gratis Lebaran Lebih Nyaman dengan Layanan Pulang Pergi

Ia meminta agar, pendataan ulang secara adil objektif dengan melibatkan perwakilan masyarakat terdampak agar tidak ada pihak yang dirugikan atau di abaikan

“Menolak segala bentuk praktik pilih kasih kepentingan pribadi maupun penyalah gunaan wewenang,” bebernya.

Selain itu, ia meminta pemdes Rengasjajar menyampaikan hasil dan keputusan yang secara tertulis serta terbuka kepada masyarakat

“Kita menuntut penundaan pencairan bantuan kompensasi penutupan tambang tahap rekap susulan yang berjumlah 1017,” jelasnya.

Ia menilai bahwa pendataan tersebut tidak objektif dan tumpang tindih, bahkan sebagian karyawan perusahaan tambang tidak mendapatkan kompensasi.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor di Garut, Satu Tewas Tertimbun Tanah

“Pertama pemdes melakukan ajuan sebanyak 1.528 ternyata yang terverifikasi itu 1.17 ada yang dabel data sebanyak 41 jadi hasilnya 395 yang belum dapet kompensasi atau tidak terdata,” tegasnya.

Menurutnya, mayoritas yang tidak menerima kompensasi merupakan pekerja tambang di bagian buruh harian lepas dan sehingga tidak dapat penghasilan

“Kita berharap sebagai karyawan yang belum dapat ya harus segera terealisasi karena kebanyakan ini tidak tepat sasaran kita harap segera terealisasi,” harapnya.

Sementara itu, Kepala desa Rengasjajar Rusli mengatakan sebanyak 200 orang pekerja tambang yang terdampak penutupan tambang tercoret di data Provinsi Jawa Barat.

“Saya juga bingung yang nyoret nya siapa. Kita mengusulkan 1.528 KK tahap kedua. Ya kita usulkan begitu terealisasi cuman 1.17,” ujarnya.

Baca Juga :  Ledakan Besar di Kashmir Tewaskan Sembilan Orang Saat Polisi Periksa Bahan Peledak Sitaan

Selain itu ia menegaskan bahwa selain tidak terdata, sebagian penerima bantuan mendapatkan dua kali bantuan dan telah dicoret.

“Ada beberapa orang yang tumpang tindih, tapi sudah ketahuan kita coret,” katanya.

“Ada 395 yang murni belum mendapatkan dan sebagian besar karyawan perusahaan tambang. Sehingga mereka meminta usulan kembali,” tambahnya.

Kemudian itu, ia akan kembali mengusulkan bantuan tersebut kepada Pemprov Jabar untuk segara direalisasikan.

“Yang menyampaikan aspirasi ini kita yakinkan terdaftar dulu di data yang 1.528 itu. Ini lagi kita kroscek nanti kita akan bersurat,” tuntasnya.***

Wartawan : Andreas