NARASITODAY.COM, OTTAWA – Setelah melalui drama hukum dan perdebatan panjang mengenai keamanan nasional, aplikasi video pendek TikTok akhirnya mendapatkan lampu hijau untuk terus beroperasi di Kanada. Pemerintah Kanada secara resmi mengumumkan pada Senin (9/3/2026) bahwa mereka mengizinkan rencana investasi raksasa teknologi tersebut berlanjut, namun dengan pengawasan yang jauh lebih ketat.
Keputusan ini menandai titik balik signifikan bagi nasib anak perusahaan ByteDance tersebut di tanah Kanada, setelah sebelumnya sempat berada di ambang pengusiran.
Komitmen yang Mengikat
Menteri Industri Kanada, Melanie Joly, menegaskan bahwa persetujuan ini tidak diberikan secara cuma-cuma. Ada harga mahal berupa komitmen hukum yang harus dipenuhi oleh TikTok Kanada untuk menjamin keamanan data warga negara tersebut.
“Persetujuan tersebut diberikan dengan syarat adanya komitmen baru yang mengikat secara hukum dari TikTok Kanada,” ujar Melanie Joly dalam pernyataan resminya.
Selain aspek keamanan, pemerintah juga mempertimbangkan sisi kemanusiaan dan ekonomi, khususnya terkait keberlangsungan lapangan kerja bagi ribuan staf yang menggantungkan hidup pada platform tersebut. Sebagai bagian dari kesepakatan, TikTok wajib mempertahankan kehadiran fisik kantornya di Kanada dan berkomitmen mengucurkan investasi pada sektor budaya lokal.
Benteng Privasi dan Perlindungan Anak
Di bawah aturan baru ini, TikTok akan menerapkan sistem keamanan tambahan dan teknologi peningkat privasi (privacy-enhancing technologies) untuk mengendalikan akses data. Langkah ini diambil guna meredam kekhawatiran global bahwa data pengguna dapat diakses secara tidak sah oleh pihak asing.
Tak hanya soal data, fokus utama pemerintah juga tertuju pada pengguna muda. TikTok berjanji akan memperkuat perlindungan bagi anak-anak dan remaja. Untuk memastikan janji tersebut bukan sekadar retorika, akan ditunjuk pemantau independen dari pihak ketiga yang bertugas mengaudit dan memverifikasi sistem pengendalian akses data secara berkelanjutan.
Diplomasi di Tengah Arus Global
Langkah Ottawa ini muncul di tengah manuver politik Perdana Menteri Mark Carney yang sedang berupaya mempererat hubungan ekonomi dengan China. Kebijakan ini dipandang sebagai strategi untuk meredam dampak negatif terhadap ekonomi Kanada akibat tekanan tarif impor dari Amerika Serikat.
Meski demikian, bayang-bayang kekhawatiran tetap ada. Kanada, bersama sekutu Barat lainnya, tetap mewaspadai potensi pemanfaatan platform ini untuk kepentingan geopolitik tertentu.
Kilas Balik Perselisihan
Perjalanan TikTok di Kanada dipenuhi kerikil tajam. Pada November 2024, pemerintah sempat memerintahkan pembubaran bisnis TikTok karena alasan risiko keamanan nasional. Namun, pada Januari lalu, pengadilan federal membatalkan perintah tersebut dan meminta pemerintah melakukan peninjauan ulang yang lebih komprehensif.
TikTok sendiri menyambut baik kesepakatan ini sebagai jalan tengah yang adil. Melalui pernyataan resminya pada Senin, pihak TikTok mengakui telah mencapai titik temu yang memungkinkan operasional lokal mereka tetap berjalan harmonis dengan regulasi Kanada.
Kesepakatan ini juga memperkuat komitmen yang dibuat September tahun lalu, di mana TikTok setuju meningkatkan langkah-langkah pencegahan bagi anak di bawah umur untuk mengakses konten yang tidak sesuai, setelah investigasi menemukan adanya celah keamanan pada masa lalu.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













