NARASITODAY.COM, NASHVILLE – Suasana kabin yang semula tenang di sebuah penerbangan Southwest Airlines berubah menjadi kacau dalam sekejap. Seorang penumpang di Amerika Serikat harus menelan malu dan dikeluarkan secara paksa dari pesawat di Bandara Nashville, Jumat pekan lalu. Pelanggaran yang dilakukannya? Bukan membawa senjata atau membuat keributan, melainkan sekadar bunyi notifikasi azan dari aplikasi telepon genggamnya.
Insiden yang dimulai dari salah paham ini mengakibatkan penerbangan yang bertolak dari Nashville dan bertujuan Bandara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood, Florida, terpaksa dialihkan ke Georgia.
Badan Aviasi Federal (FAA) mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut mendarat darurat di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta menyusul kepanikan dan kegaduhan yang terjadi di antara para penumpang.
Ketegangan yang terjadi di kala itu terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun Only In Dade. Rekaman tersebut menampilkan momen mencengangkan di mana sejumlah penumpang terlihat mengangkat tangan dan menundukkan kepala seolah dalam posisi berserah saat petugas keamanan memasuki pesawat dan menarik keluar seorang penumpang dari kursinya.
Laporan yang dirilis NBC News kemudian meluruskan kekacauan tersebut. Ternyata, insiden itu bermula dari aplikasi di HP penumpang yang secara otomatis menyalakan suara panggilan waktu salat atau azan.
Aplikasi itu sengaja dihidupkan oleh penumpang bersangkutan sebagai pengingat waktu ibadah selama bulan suci Ramadhan, namun justru memicu reaksi berlebihan dari penumpang lain yang salah menafsirkan situasi.
Menyisir kebenaran di balik heboh itu, pihak berwajib pun akhirnya turun tangan. Seorang juru bicara Biro Investigasi Federal AS (FBI) di Atlanta memberikan keterangan yang menenangkan.
Disebutkan bahwa tidak ada ancaman berarti yang ditemukan dan tidak akan ada tuntutan hukum yang diajukan terhadap penumpang malang tersebut. Insiden itu dinilai murni sebuah kesalahpahaman belaka.
Menyadari dampak dari insiden tersebut, Southwest Airlines kemudian merilis pernyataan resmi terkait pergolakan yang terjadi di Penerbangan 2094.
“Awak Southwest Airlines Penerbangan 2094 pada hari Jumat memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Atlanta sebagai tindakan pencegahan karena kesalahpahaman terhadap perilaku seorang pelanggan.
Kami dengan tulus meminta maaf kepada pelanggan kami atas kesalahpahaman dan keterlambatan yang signifikan. Tidak ada yang lebih penting bagi Southwest selain keselamatan pelanggan kami,” demikian pernyataan maskapai tersebut.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














