NARASITODAY.COM, KYIV – Di bawah bayang-bayang perang dan diplomasi energi global, Ukraina mulai mengambil langkah tegas untuk mengamankan kekayaan bawah tanahnya. Pemerintah Ukraina secara resmi mengumumkan akan melelang izin eksploitasi di tiga cadangan bijih titanium strategis setelah mencabut hak ekstraksinya dari pengusaha buronan, Dmytro Firtash.
Langkah ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan bagian dari strategi besar Kyiv untuk menggeliatkan kembali ekonomi nasional melalui sumber daya mineral yang selama ini terabaikan atau dikuasai oleh pihak-pihak yang terkena sanksi.
Dari Tangan Oligarki ke Lelang Terbuka
Perdana Menteri Yulia Svyrydenko mengungkapkan bahwa pencabutan hak kelola ini menyasar lokasi-lokasi krusial: ladang Malyshevskedi di wilayah Dnipropetrovsk, serta lokasi Valky-Hatskivske dan Mezhyrichne di wilayah Zhytomyr. Ketiga titik ini sebelumnya berada di bawah kendali Firtash, pengusaha yang kini berada dalam daftar hitam sanksi Kyiv.
“Tahap berikutnya adalah menunggu inisiatif dari pelaku usaha untuk memperoleh hak menggunakan sumber daya ini melalui lelang terbuka,” ujar Svyrydenko melalui pernyataan di media sosial, Selasa.
Ia menambahkan bahwa kabinet telah memberikan lampu hijau agar izin lokasi tersebut dilelang secara elektronik guna menjamin transparansi.
Pembersihan sektor pertambangan Ukraina tidak berhenti di situ. Svyrydenko menyatakan bahwa Badan Geologi Negara Ukraina saat ini tengah melakukan audit besar-besaran terhadap 38 izin lainnya. Targetnya adalah izin-izin yang dianggap sebagai “izin tidur” konsesi mineral strategis yang dimiliki namun tidak pernah dioperasikan oleh pemegangnya.
Diplomasi Mineral
Langkah Ukraina untuk membuka keran investasi titanium ini berkaitan erat dengan kesepakatan sumber daya mineral yang ditandatangani dengan Washington tahun lalu. Kesepakatan ini dirancang untuk menjaga dukungan politik dan militer dari Presiden Donald Trump, dengan memberikan akses prioritas bagi Amerika Serikat ke proyek-proyek mineral baru sebagai imbalan investasi.
Titanium, yang dikenal karena kekuatannya dan ketahanannya terhadap korosi, merupakan komponen vital bagi industri kedirgantaraan dan pertahanan—sektor yang sangat diperhatikan oleh AS.
Menurut data Kementerian Ekonomi Ukraina, dana investasi gabungan Ukraina-AS telah mengidentifikasi lebih dari 20 proyek potensial. Dari jumlah tersebut, delapan proyek teratas diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai US$ 1,2 miliar. Dengan lelang ini, Ukraina berharap “raksasa” mineral yang selama ini tertidur bisa segera bangkit untuk menyokong pemulihan ekonomi negara.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber













