NARASITODAY.COM, JAKARTA – Bayang-bayang risiko kecelakaan membayangi persiapan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat temuan mengkhawatirkan: lebih dari 5.000 unit bus dinyatakan tidak laik jalan setelah melewati proses inspeksi keselamatan (ramp check) secara nasional.
Angka tersebut muncul dari penyisiran intensif terhadap lebih dari 40.000 armada bus, baik bus reguler maupun bus pariwisata, yang dilakukan di Terminal Tipe A, pool bus, rest area, hingga pintu keluar tol di seluruh Indonesia.
Ketegasan di Balik Inspeksi
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengungkapkan bahwa langkah ini diambil demi menjamin keselamatan jutaan nyawa yang akan bergerak pulang ke kampung halaman. Dalam acara pelepasan Liputan Mudik Transmedia pada Jumat (13/3/2026), Aan membeberkan hasil temuan timnya di lapangan.
“Pada angkutan umum, bus terutama, kita lakukan inspeksi kelaikan jalan kendaraan. Sampai saat ini, sudah 40.000 lebih bus yang kita ramp check, dan ada 5.000 lebih yang tidak layak jalan,” tegas Aan.
Kemenhub tidak memberikan kompromi bagi armada yang gagal memenuhi standar keamanan. Aan memberikan peringatan keras kepada calon pemudik agar tidak tergiur harga murah atau ketersediaan kursi pada bus yang tidak memiliki stiker kelaikan.
“Kami minta kepada masyarakat untuk jangan menggunakan kendaraan yang tidak layak jalan,” lanjutnya.
Keamanan dalam Genggaman
Sentuhan teknologi kini menjadi “senjata” bagi masyarakat agar tidak terjebak pada bus “gelap” atau tidak laik. Untuk memberikan rasa tenang bagi keluarga di rumah, Kemenhub mendorong pemudik menjadi inspektur bagi dirinya sendiri sebelum menaiki bus melalui aplikasi MitraDarat.
Aplikasi ini berfungsi sebagai pusat informasi transportasi darat yang memungkinkan penumpang mengecek status hukum dan teknis bus hanya dengan memasukkan nomor kendaraan.
“Bagi masyarakat yang ingin mudik menggunakan bus, dan ingin mengetahui kelaikan bus tersebut, bisa mengecek di aplikasi MitraDarat, nanti di aplikasi tersebut ada pilihan kelaikan bus, bisa mengetahui apakah bus tersebut sudah di ramp check dan lolos uji kelaikan atau belum, agar masyarakat bisa menggunakan bus dengan aman,” jelas Aan.
Melalui transparansi data ini, Kemenhub berharap angka kecelakaan akibat kegagalan teknis kendaraan dapat ditekan seminimal mungkin. Di tengah hiruk-pikuk persiapan mudik, keselamatan tetap menjadi prioritas utama di atas sekadar sampai di tempat tujuan.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














